Puncak Kemarau 2019 Diprediksi September

Minggu, 7 April 2019 - 21:26 WIB
Kepala Stasiun Meteorologi Maros, Hartanto (kanan) dan Plt Kepala BBMKG IV Makassar, Joharman, saat konferensi pers di Celebes Convention Center (CCC), Minggu (7/4/2019). FOTO: FAHRIL MUHAMMAD/FAJAR

FAJAR.CO.ID–Kemarau diprediksi lebih cepat tahun ini. Bahkan, mulai Februari sudah ada daerah yang mengalaminya, yakni Gowa, Jeneponto, dan Bantaeng.

Padahal, umumnya kemarau di Sulsel baru dialami Juni. Kepala Stasiun Meteorologi Maros, Hartanto mengatakan, daerah yang mengalami kemarau lebih awal sebagian kecil saja.

Khusus Makassar, kemarau terjadi mulai bulan ini bersama daerah lainnya, seperti Barru, Pangkep, Maros, Soppeng, Takalar, dan Kepulauan Selayar. Selanjutnya di bagian timur.

“Ini terakhir di bagian timur. Ada pun puncak kemarau di Sulsel di bulan September,” beber Hartanto usai konferensi pers di Celebes Convention Center (CCC), Minggu (7/4/2019).

Ada pun daerah yang cenderung lebih kering, seperti Bone, Bulukumba, Gowa, Enrekang, Soppeng, hingga Tana Toraja. Daerah itu perlu waspada lantaran curah hujannya cukup rendah. Plt Kepala BBMKG IV Makassar, Joharman, pun mengimbau masyarakat lebih berhati-hati.

“Tetap waspada karena potensi kebakaran besar sekali,” imbau Joharman. (ril)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.