Tokoh Masyarakat Kalbar Khawatir Kampanye Prabowo-Sandi Koyak Kerukunan

Minggu, 7 April 2019 - 12:33 WIB

Pontianak – Sejumlah tokoh masyarakat di Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar) mengaku kecewa paslon presiden dan wakil presiden nomor urut 02. Pasalnya, pada kampanye akbar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Minggu (7/4) pagi, Prabowo-Sandi tidak mencerminkan keberagaman bangsa Indonesia.

Kekecewaan para tokoh masyarakat di Pontianak itu diungkapkan dalam siturahmi para tokoh bersama Gus Syauqi Ma’ruf Amin, di Hotel Mercure, Pontianak,”Kampanye akbar kubu 02 di Senayan hari ini, berpotensi memecah belah kerukunan antaretnis dan umat beragama, terutama di Kalimantan Barat,” tandas Yakobus Kumis, Sekretaris Jenderal Majelis Dayak Nasional.

“Semua tahu Kalbar warganya sangat majemuk. Bahkan, sangat rawan terjadi konflik. Jangan sampai konflik mengerikan kembali terjadi,” sambung Yakobus.

Lebih lanjut Yakobus mengungkapkan, pasca konflik horizontal beberapa tahun silam, seluruh tokoh masyarakat sepakat menjaga kerukunan. Hasilnya, saat ini warga Kalbar hidup harmonis.

“Capek-capek kami membangun kerukunan. Jangan sampai terkoyak oleh cara kubu 02 yang berkampanye seperti itu,” tuturnya.

Penyataan Yakobus diamini, Ketua PCNU Pontianak, H. Farukhi. Menurutnya, kampanye kubu 02 hanya menyimbolkan satu golongan saja. “Ya, kami anggap kubu 02 menggunakan politik identitas untuk meraih kekuasaan. Ini sangat berbahaya dan berpotensi merusak kebhinekaan,” tuturnya.

Karenanya, Farukhi berharap kampanye kubu 01 mencerminkan keberagaman bangsa Indonesia. Misalnya, massa yang hadir menggunakan pakai adat dari masing-masing daerah. “Dan yang terpenting, Pak Jokowi dan KH Ma’ruf Amin menyampaikan program-program untuk menjadikan Indonesia, lebih maju,” harapnya.

Sementara itu, Gus Syauqi yang juga putra cawapres nomor urut 01, selama ini paslon petahana sudah mencerminkan sebagai pemimpin bangsa Indonesia yang majemuk. “Pak Jokowi dan Abah diterima oleh mayoritas masyarakat. Itu sebagai bukti bahwa Pak Jokowi dan Abah pemimpin ideal buat bangsa Indonesia,” tutur Gus Syauqi.

“Dan kebutulan, pada Pilpres ini, Pak Jokowi dan Abah mendapat nomor urut 01. Angka itu bisa sebagai simbul persatuan bangsa,” tambah Ketua Dewan Pembina Master C19 Portal KMA ini.

Bukan hanya tokoh masyarakat yang menganggap kampanye akbar Prabowo-Sandi di SUGBK menarasikan politik identitas. Presiden RI ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) juga kecewa dengan narasi kampanye paslon 02.

Menurut SBY, kampanye akbar yang dihadiri ratusan ribu orang itu tidak inklusif. Oleh karenanya, SBY meminta anak buahnya agar memberi masukan bahwa bangsa Indonesia sangat majemuk.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.