Dihadiri Jokowi, Masyarakat Surakarta Siap Jalan Kaki untuk Kampanye Terbuka

Senin, 8 April 2019 12:42

FAJAR.CO.ID, SOLO – Ketua DPC PDI Perjuangan Surakarta, FX Hadi Rudyatmo, menyebutkan, masyarakat bakal keluar semua hadir pada kampanye terbuka paslon 01 Jokowi-KH Ma’ruf Amin, dengan berjalan kaki menuju lokasi, di Stadion Sriwedari, di Solo, pada Selasa (9/4).”Masyarakat bakal keluar semua hadir pada kampanye terbuka pasangan calon nomor 01, di Stadion Sriwedari di Solo, dan dijadwalkan dihadiri calon presiden nomor 01, Jokowi Widodo,” kata Rudyatmo, usai apel gelar pasukan dalam rangka pengamanan kampanye terbuka Pemilu 2019, di halaman Pura Mangkunegara, Surakarta, Senin (8/4).Jokowi mengawali karir politiknya di Solo sebagai wali kota, dengan Rudyatmo sebagai wakil wali kota. Kemudian Jokowi menjadi gubernur DKI Jakarta, hasil kolaborasi beberapa partai politik, PDI Perjuangan dan Partai Gerindra, dan lalu ke kursi kepresidenan.Rudyatmo mengatakan, masyarakat Solo pendukung paslon 01 yang bakal hadir siap berjalan kaki, dan mereka tidak naik sepeda motor atau bus masuk menuju ke Stadion Sriwedari.”Masyarakat justru meminta berjalan kaki menuju Sriwedari untuk menghindari adanya kendaraan dengan knalpot ‘brong’ atau tidak standar pabrik,” kata Rudyatmo.Kendati demikian, Rudyatmo sudah menegaskan massa dilarang menggunakan kendaraan sepeda motor yang knalpotnya tidak standar pabrikan. Jika masih ada massa mengenakan knalpot brong langsung ditertibkan duhulu sebelum mereka berangkat.”Kami siapkan 2.500 Satgas PDIP untuk mencegah supaya tidak ada kendaraan knalpot brong,” katanya.Menurut dia, banyak masyarakat antusias yang akan hadir mendukung paslon 01 ini, tetapi karena kapasitas stadion yang terbatas maka akan disesuaikan.”Massa yang hadir itu, “Lurik’ artinya lurus dan ikhlas mendukung paslon 01,” katanya.Pihaknya selain mengimbau kepada para kader dan pendukung paslon 01 untuk tidak menggunakan kendaraan bermotor knalpotnya brong, juga massa tidak mudah terprovokasi, dan tidak boleh melakukan hal-hal ynag bukan kemampuannya tanpa persetujuan ketua DPC PDIP.Selain pihaknya juga sudah melakukan koordinasi dengan kabupaten yang lain. Jika ada massa menggunakan kendaraan knalpot brong akan distop oleh aparat keamanan dan Satgas yang berjaga di perbatasan wilayah.”Massa diminta untuk menggantikan knalpot brong kendaraannya dengan standar pabrik terlebih dahulu, mereka baru diizinkan masuk ke Kota Solo,” katanya.Pada Pemilu Presiden 2019 diikuti dua pasangan calon yakni pasangan calon nomor urut 01 Jokowi-Ma’ruf Amin dan pasangan calon 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.(ant)

Bagikan berita ini:
1
1
6
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar