Imunoterapi Anti PD-1 Harapan Baru Bagi Penderita Kanker

Senin, 8 April 2019 - 10:06 WIB

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Di Indonesia, anti PD-1 disetujui oleh BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) untuk pengobatan kanker paru dan kanker kulit jenis melanoma maligna. Ini adalah jenis kanker kulit yang paling ganas, yang menjangkiti Jimmy Carter.

Kini penggunaannya tidak sebatas pada kedua kanker tersebut. Di penelitian maupun di tempat praktik, imunoterapi anti PD-1 juga digunakan untuk berbagai kanker lain, yang telah dibuktikan mengekspresikan PD-L1.

Dr. dr. Andhika Rachman, Sp.PD-KHOM dari FKUI/RSCM, spesialis onkologi medik telah menggunakan obat ini untuk pasien kanker pankreas, kanker payudara, kanker empedu, hingga kanker kepala dan leher.

Baca Juga Harapan Menjanjikan dari Imunoterapi, Tak Sekadar Euforia

Anti PD-1 biasa diberikannya pada pasien dengan status performa fisik yang kurang baik. “Obat yang diberikan untuk terapi sistemik haruslah yang tidak menurunkan status performa pasien,” ujarnya dr. Andhika baru-baru ini.

Hasilnya cukup baik dan tanpa efek samping, meski efikasinya tidak sebaik pada kanker paru dan melanoma. Pasien tertua yang diberikan imunoterapi anti PD-1 oleh dr. Andhika berusia 82 tahun, yang menderita kanker pankreas.

Pasien tersebut mendapat anti PD-1 sebanyak 12 kali. Pasien ini masih hidup sampai sekarang, setahun lebih setelah pengobatan dengan anti PD-1.

“Selama pengobatan pun kualitas hidupnya bagus. Dia bisa beraktivitas sehari-hari seperti biasa,” lanjutnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *