Jelang Pencoblosan, Amplop Laris Manis

Senin, 8 April 2019 - 07:23 WIB

FAJAR.CO.ID–Tim sukses calon legislatif alias caleg mulai bagi – bagi barang, juga praktik politik uang, jelang pencoblosan Pemilu 2019 yang tinggal beberapa hari lalu.

Salah seorang warga Kelurahan Guntung Payung, Banjarbaru, Kalsel, mengaku baru-baru menerima jilbab dan tas dari seseorang yang mengaku disuruh salah satu calon anggota DPRD Banjarbaru. “Selain itu, saya juga dijanjikan akan dikasih uang Rp150 ribu mendekati hari H pencoblosan nanti,” katanya.

Warga yang enggan namanya ditulis di media itu menambahkan, saat menyerahkan barang, orang yang mengaku suruhan tersebut, memperlihatkan gambar caleg yang dimintanya untuk dipilih dalam pencoblosan nanti. “Padahal jilbab dan tasnya jelek,” candanya.

Meski begitu, dia mengaku terpaksa akan mencoblos caleg yang direkomendasikan orang yang datang padanya itu. “Saya sudah terlanjur janji, terpaksa saya pilih caleg itu,” ucapnya.

Mulai bergerilyanya timses caleg menjelang pencoblosan, ternyata disebut-sebut mempengaruhi peningkatan penjualan amplop di toko-toko. Amplop semakin laku, kabarnya karena diborong sejumlah peserta pemilu untuk meletakkan uang yang akan dibagi-bagikan ke para pemilih.

Salah satu toko yang mulai tertimpa rezeki, lantaran amplopnya laris manis ialah Toko Buku Riyadh Banjarbaru. “Dalam sebulan terakhir permintaan amplop meningkat cukup signifikan. Setiap hari laku 10 pak lebih. Padahal sebelumnya kurang dari itu,” kata Laila, salah seorang karyawatinya.

Bahkan, dia menyebut pernah ada salah seorang pembeli memborong lima pak amplop. Di mana dalam satu paknya berisi 100 lembar. “Amplopnya bervariasi. Ada yang ukuran kecil dan besar,” ujarnya.

Namun, Laila mengaku tak tahu kenapa penjualan amplop di tokonya tiba-tiba naik cukup signifikan. “Mungkin ada sejumlah kantor yang kehabisan stok amplop, jadi mereka membeli banyak di sini,” ucapnya.

Meski secara terang-terangan ada warga yang mengaku sudah menerima barang dari caleg, namun Bawaslu Banjarbaru hingga saat ini justru belum menerima informasi mengenai adanya praktik bagi-bagi barang dan uang ke pemilih.

“Sejauh ini memang belum ada. Karena kita selalu melakukan tindakan pencegahan dan sosialisasi. Termasuk menyampaikan surat imbauan kepada peserta pemilu,” ungkap Ketua Bawaslu Kota Banjarbaru, Dahtiar.

Dia menyampaikan, money politics menjadi fokus pengawasan Bawaslu dalam setiap tahapan pemilu.

“Di saat minggu tenang nanti, Bawaslu RI melalui Bawaslu Provinsi telah meminta semua Bawaslu di kabupaten/kota untuk melakukan patroli pengawasan. Termasuk nantinya akan dibuat posko pengaduan pelaporan dugaan money politic di setiap daerah,” pungkasnya. (jpnn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.