Pertama di Asia, Indonesia Jadi Tuan Rumah Seminar Gaya Hidup Rendah Karbohidrat

Senin, 8 April 2019 - 16:00 WIB

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Low Carb Indonesia (LCI) bekerjasama dengan Low Carb USA mengadakan Indonesia International Low Carb Conference (IlLCC) 2019 yang berlangsung selama dua hari dari 6 – 7 April 2019 di Indonesia International Institute for Life-Science (i3L), Pulomas Barat, Jakarta.

IILCC 2019 ini adalah seminar internasional kesehatan pertama di Asia yang mengangkat tema gaya hidup rendah karbohidrat, dan diwujudkan untuk menjadi wadah diskusi secara ilmiah dengan menghadirkan pemateri dari kalangan medis baik dari Indonesia maupun mancanegara seperti Amerika Serikat dan Australia.

Kolaborasi pemateri yang sudah memiliki nama, kredibilitas dan reputasi dalam bidangnya dan di negaranya masing-masing ini, dengan pembicara-pembicara yang juga sudah memiliki kredibilitas medis dari Indonesia, akan bersama-sama memberikan banyak pencerahan dan pemikiran-pemikiran berharga.

Konferensi yang dapat menampung lebih 300 peserta per hari ini memiliki spirit yang sama, yaitu ‘Satu Langkah Menuju Kesadaran Global’.

Nur Agus Prasetyo, yang biasa disapa Tyo Prasetyo, selaku penggagas LCI mengatakan tujuan utama diadakannya IILCC 2019 ini adalah untuk mengokohkan kesadaran gaya hidup rendah karbohidrat kepada masyarakat secara ilmiah dan bisa menjadi salah satu pilihan gaya hidup yang aman.

“Selain terbuka untuk umum, IILCC 2019 ini didukung penuh oleh Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Wilayah DKI Jakarta dengan poin akreditasi 8 SKP (Satuan Kredit Profesi) bagi para peserta dari tenaga kesehatan,” jelas Tyo Prasetyo pada pembukaan IILCC Sabtu (6/4).

Tyo Prasetyo adalah seorang pribadi yang telah menerapkan gaya hidup puasa berkala dengan pola makan rendah karbohidrat sejak tahun 2008, yang kemudian menginspirasi ke banyak orang disekelilingnya untuk ikut menerapkan gaya hidup yang sama.

Seiring waktu, semakin banyak orang yang tertarik dan ingin tahu lebih dalam mengenai gaya hidup ini. Oleh karena itu, awal 2016, Tyo Prasetyo membentuk komunitas daring bernama KetoFastosis Indonesia dengan jumlah anggota sampai saat ini tidak kurang dari 340.000 orang, baik dari Indonesia maupun dari mancanegara yang masih aktif.

Seiring perkembangan komunitas daring KetoFastosis Indonesia dari awal tahun 2016, kebutuhan edukasi formal, dalam bentuk seminar pun semakin meningkat. Dari seminar awal, yang diadakan pada 9 Maret 2016 yang dihadiri oleh mayoritas kalangan awam, saat ini profil peserta seminar-seminar yang diadakan oleh KetoFastosis Indonesia pun kian bertambah, menjadi tak hanya orang awam namun juga para tenaga kesehatan (dokter, ahli diet, ahli nutrisi, perawat).

Yang menarik adalah perkembangan profil pemateri, yang dari awalnya hanya Tyo Prasetyo seorang, kini para senior di komunitas KetoFastosis Indonesia dan juga para tenaga kesehatan yang sudah menerapkan gaya hidup yang sama, ikut terlibat secara sukarela mengedukasi dan membagikan seputar pengetahuan gaya hidup ini.

“Karena perkembangan pesat dan pencapaiannya yang besar, dalam waktu singkat, saat ini KetoFastosis Indonesia menjadi komunitas daring gaya hidup rendah karbohidrat terbesar di Indonesia,” jelas Tyo Prasetyo.

Oleh karena itu, pada 5 Agustus 2018 lalu, Tyo Prasetyo, sebagai penggagas, meresmikan terbentuknya LCI bersama beberapa anggota KetoFastosis Indonesia. LCI dikukuhkan sebagai sebuah event organizer, yang fokus pada tujuan mengedukasi masyarakat Indonesia dengan mengadakan kegiatan-kegiatan kesehatan bertaraf internasional yang mengangkat tema gaya hidup puasa berkala dengan didukung pola makan rendah karbohidrat.

“Yang menjadi daya tarik dari LCI itu sendiri adalah kepanitiaannya yang berasal dari internal anggota komunitas KetoFastosis Indonesia, yang secara sukarela bekerja bersama-asama, untuk menyukseskan event pertama ini, yaitu IILCC 2019,” jelas Tyo Prasetyo.

Lebih lanjut mengenai IILCC 2019, program edukasi & inspiratif ini menghadirkan para pembicara dari tiga negara: empat diantaranya berasal dari Indonesia yakni dr. Asriningrum, Sp. S Neurologist RSI Siti Hajar, Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), dr. Eka Musridharta, Sp. S. KIC, MARS Kepala Neuro Intensive Care di Rumah Sakit Pusat Otak Nasional (RSPON) Jakarta, dr. Pimprim Basarah Yanuarso, Sp. A (K) Konsultasi Jantung Anak di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo Jakarta, dr. Kobal Sangaji, SP. KFR dokter spesialis kedokteran fisik dan rehabilitasi di Rumah Sakit Awal Bros Pekanbaru, Riau.

Dua pembicara berasal dari Amerika Serikat yakni dr. Eric C. Westman, MD, MHS Certified Physicians in Internal Medicine & Obesity Medicine dan dr. Georgia Ede, MD Psychiatris, Psychopharmacologist & Nutrition Consultant, Former Psychiatrist at Harvard University Health Service, Massachusetts, USA.

Dan satu berasal dari Australia yakni f4. Gary Fattke, MBBS, F.R.A.C.S. (Ortho), F.A.Orth.A. orthopedic surgeon & brain cancer survivor from Tasmania, Australia.

IILCC 2019 ini kata Tyo Prasetyo akan menjadi momentum bersejarah terjadinya kolaborasi antara Low Carb Indonesia dengan Low Carb USA, dengan harapan ke depannya dapat bersamasama saling belajar dan melengkapi antar satu sama lain.

“Usaha edukasi ini juga diharapkan terus bergulir semakin membesar dan dapat menjadi inspirasi kepada komunitas-komunitas rendah karbohidrat di negara-negara lain, yang pada akhirnya akan menjadi satu kontribusi kesehatan masyarakat global dalam satu gelombang besar Gaya Hidup Rendah Karbohidrat,” pungkas Tyo Prasetyo.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.