Rusia Diminta Bebaskan 100 Paus yang Dipenjara

Senin, 8 April 2019 - 15:16 WIB

Mereka berencana untuk mengunjungi penjara paus di dekat Nakhodka. Terdapat 11 paus pembunuh (orca) dan 87 beluga di kandang di Teluk Srednyay (Getty)

FAJAR.CO.ID – Tekanan internasional meningkat terhadap Pemerintah Rusia untuk melepaskan hampir 100 paus remaja yang ditaruh di kandang kecil di Rusia Timur selama tujuh bulan. Dilansir dari BBC beberapa hari lalu, Ilmuwan Kelautan Prancis Jean Michel Cousteau dan para ahli lainnya bertemu pejabat pemerintah di Moskow.

Mereka berencana untuk mengunjungi penjara paus di dekat Nakhodka. Terdapat 11 paus pembunuh (orca) dan 87 beluga di kandang di Teluk Srednyaya. Investigasi kriminal sedang berlangsung.

Saat ditaruh di penangkaran yang lebih mirip penjara, tiga beluga dan satu orca menghilang. Greenpeace Russia yakin mereka mati sebab banyak paus diketahui kondisi kesehatannya memburuk.

Kelompok lingkungan khawatir nasib paus-paus tersebut pada Oktober lalu. Empat perusahaan Rusia yang terkait dengan kasus ‘penjara paus’ dituduh melanggar peraturan penangkapan ikan dan memperlakukan hewan dengan kejam.

Paus ditangkap tahun lalu di Laut Okhotsk. Greenpeace mengatakan, banyak orca dan beluga kemungkinan dijual ke taman laut di Tiongkok. Mereka dijual ke tempat-tempat wisata yang sedang booming.

Paus Orca sering ditangkap secara ilegal. Mereka dapat menghasilkan jutaan dolar. Sedangkan beluga dijual dengan harga puluhan ribu dolar.

Sementara itu, para selebriti juga berkampanye untuk menyelamatkan mereka. Bintang Hollywood dan pemenang Oscar Leonardo DiCaprio mendesak pengikut media sosialnya untuk menandatangani petisi bagi pembebasan paus-paus yang dipenjara tersebut.

Pamela Anderson, mantan model dan bintang TV Baywatch menulis kepada Presiden Vladimir Putin, mendesak agar paus-paus itu segera dibebaskan.

(JPC)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.