TKN Jokowi Pastikan Utang Pemerintah Masih Aman Terkendali

Senin, 8 April 2019 - 12:44 WIB

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Utang Pemerintah yang akhir-akhir ini menjadi sorotan seius oleh pihak oposisi. Menurut pihak oposisi, utang Pemerintah di bawah kepemimpinan Joko Widodo dan Jusuf Kalla mengalami pembengkakan.

Namun, kritik itu dimentahkan oleh Anggota Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf, Hendrawan Supratikno. Menurut Hendrawan, utang Pemerintah untuk pembangunan infrastruktur sejauh masih aman.

“Dalam hal utang, kita harus melihatnya secara objektif. Pembangunan infrastruktur yang agresif membutuhkan dana besar. Sementara penerimaan pemerintah belum mencukupi, sehingga alternatifnya adalah utang,” kata Hendrawan yang juga anggota Komisi Keuangan DPR RI ini di Jakarta, Senin (8/4).

Dikatakan Hendrawan, sepanjang Pemerintah mampu mengelola anggaran tersebut dengan baik dan transparan, serta bertanggung-jawab, maka tidak akan berpengaruh pada pembangunan ke depan. “Sepanjang pemanfaatannya produktif dan dikelola secara transparan dan bertanggung jawab, serta tidak membahayakan keberlangsungan pembangunan nasional, masih bisa dilakukan,” ucapnya.

Banyak pihak mengkritik, selama kurun waktu 2014-2018, utang pemerintah pusat naik 69% menjadi Rp 4.416 triliun. Peningkatan itu lebih tinggi ketimbang periode 2010-2014 sebesar 55%. Hendrawan menjelaskan, pihaknya di Komisi XI DPR sudah mendapatkan laporan dari Menteri Keuangan Sri Mulyani bahwa utang pemerintah saat ini masih terkelola dengan baik.

“Tapi, Komisi selalu menyatakan, good is not enough when better is possible. Harus dikelola lebih baik lagi. Jangan ketersediaan dana membuat kita lengah, manja dan kendur dalam efisiensi,” jelasnya.

Menurut Hendrawan, prinsip kehati-hatian tentu akan terus dipegang pemerintah. Untuk menjamin utang negara dikelola secara benar dan profesiponal. “Jangan sampai kita ugal-ugalan sehingga terjebak dalam the debt trap (perangkap utang),” tegasnya.

Sebelumnya, Wakil Ketua Harian TKN Jokowi-Ma’ruf Rosan P Roeslani mengatakan, tanpa utang sebuah negara tidak mungkin bisa menjalankan pembangunan. Karenanya hampir semua Negara di dunia memiliki utang luar negeri, termasuk Negara maju seperti Amerika Serikat.

Menurut Rosan, utang pemerintah yang mencapai Rp5.000 triliun sejatinya masih wajar karena angka itu masih 30 persen dari PDB dan masih dalam batas aman lantaran peraturan mengharuskan sampai 60 persen.

“Yang penting utang diperuntukkan untuk hal-hal yang produktif serta ada pengendalian,” kata Rosan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.