38 Ribu Warga Malang Terancam Tak Bisa Nyoblos, Ini Penyebabnya

Selasa, 9 April 2019 - 11:42 WIB

FAJAR.CO.ID, MALANG – Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 tinggal 8 hari lagi. Namun masih ada 38.922 warga Kota Malang yang belum melakukan perekaman e-KTP. Mereka pun terancam kehilangan hak pilih. Sebab syarat utama menyalurkan hak suara adalah memiliki e-KTP.

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Malang Eny Hari Sutiarny mengatakan, pihaknya semakin gencar melakukan perekaman e-KTP kepada warga. Salah satunya dengan metode jemput bola.

Ada beberapa lokasi yang menjadi sasaran sistem jemput bola perekaman e-KTP. Seperti ke lapas dan rumah sakit. “Kami ke lapas-lapas, jemput bola ke sana. Terus ke orang-orang sakit, difabel dan berkebutuhan khusus itu kami jemput. Jadi kalau ada masyarakat menyampaikan keluarganya minta perekaman, kami langsung ke sana,” terang Eny, Selasa (9/4).

Bahkan setiap Sabtu dan Minggu, layanan perekaman e-KTP di kecamatan tetap dibuka. “Kami buka sampai 14 April nanti. Di Kantor Dispendukcapil pun juga,” ujar Eny.

Selain jemput bola, Dispendukcapil Kota Malang juga aktif melakukan sosialisasi terkait pentingnya melakukan perekaman e-KTP. “Petugas kami yang di kelurahan juga membantu,” imbuhnya.

Saat pemungutan suara pada 17 April 2019, Dispendukcapil Kota Malang tetap membuka pelayanan perekaman e-KTP. Yakni mulai pukul 09.00 WIB hingga 13.00 WIB.

Berikut data perekaman e-KTP di Kota Malang periode Januari-Maret 2019:

Januari
Wajib e-KTP: 690.611 jiwa
Sudah melakukan perekaman: 650.372 jiwa
Belum perekaman: 40.239 jiwa

Februari
Wajib e-KTP: 691.555 jiwa
Sudah melakukan perekaman: 652.346 jiwa
Belum perekaman: 39.209 jiwa

Maret
Wajib e-KTP: 692.146 jiwa
Sudah melakukan perekaman: 653.224 jiwa
Belum perekaman: 38.922 jiwa

(JPC)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *