7 KPU di Sulsel Ini Lamban Laporkan Sortir Surat Suara

Selasa, 9 April 2019 - 10:39 WIB

FAJAR.CO.ID–Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulawesi Selatan (Sulsel), belum menerima laporan hasil sortir surat suara Pemilu 2019 dari 7 daerah. Masing-masing adalah Kabupaten Bone, Kabupaten Soppeng, Kabupaten Jeneponto, Kabupaten Sinjai, Luwu Utara (Lutra), Kota Makassar, dan Kabupaten Kepulauan Selayar.

“Yang belum melaporkan sortir untuk surat suara presiden dan DPD tinggal tujuh daerah itu. Kami target hari ini bisa masuk hasil sortirnya. Supaya bisa mengetahui berapa jumlah yang rusak, dan berapa jumlah yang kurang dari pengiriman itu,” kata Komisioner KPU Sulsel, Syaripuddin Jurdin, Selasa (9/4).

Tujuh daerah itu merupakan bagian dari 24 kabupaten/kota se-Sulsel yang telah menerima seluruh jenis surat suara pemilu. Tak kunjung dilaporkannya hasil sortir, membuat KPU Sulsel belum bisa memastikan total surat suara yang dikategorikan rusak atau tak laik pakai.

“Seluruh kabupaten/kota sudah menerima surat suara presiden, DPD, DPRD Tingkat I, DPRD Tingkat II dan DPR RI. Seluruhnya sudah terima. Jadi kami belum bisa pastikan berapa total yang akan dilakukan pergantian,” terang Syaripuddin.

Batas waktu pelaporan hasil sortir surat suara paling lambat sepekan sebelum hari pencoblosan pada 17 April 2019. Namun, KPU yakin bahwa jajarannya di tujuh daerah itu bisa menyelesaikan dalam waktu singkat.

Di sisi lain, KPU fokus mendistribusikan logistik pemilu untuk pulau-pulau hingga daerah-daerah terluar di Sulsel. Perdana, KPU Kabupaten Pangkeptelah mendistribusikan logistik ke salah satu pulau terluar pada Senin (8/4).

Seluruh logistik pemilu diangkut menggunakan kapal motor kayu dari Pelabuhan Paotere, Makassar, menuju Kepulauan Liukang Kalukuang Masalima (Kalmas) dan Kepulauan Liukang Tangngayya, Kabupaten Pangkep. Pendistribusian untuk 95 Tempat Pemungutan Suara (TPS) dengan jumlah wajib pilih sekitar 22 ribu orang.

“Kami sementara memikirkan juga tantangan-tantangan apa yang dihadapi dalam proses pendistribusian. Supaya bisa dicarikan alternatif-alternatif yang ke depan direncanakan untuk dilakukan. Bentuk-bentuk antisipasinya agar logistik-logistik bisa sampai di daerah tujuan,” ulasnya. (jp)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.