Ajak Warga Golput di Pemilu, Diancam Penjara 2 Tahun

Selasa, 9 April 2019 - 19:12 WIB
Ajak Warga Golput di Pemilu Diancam Penjara Dua Tahun dan Didenda Rp24 Juta

FAJAR.CO.ID, MASAMBA— Pemilu tahun 2019 ini tidak boleh ada golput. Ketika ada yang ketahuan mengajak warga untuk tidak menggunakan hak pilihnya pada Pemilu 2019, maka dapat dibawa ke ranah hukum.

Kapolres Luwu Utara, AKBP Boy FS Samola menegaskan seseorang bisa dipidana jika seseorang mengajak warga untuk tidak menggunakan hak pilih pada Pemilu 2019. ”Mereka bisa dijerat dengan Undang-Undang tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) atau Undang-Undang tentang Pemilu,”kata Boy.

Boy menjelaskan, ancaman pidana untuk seseorang yang mengajak pihak lain golput juga tertuang pada undang-undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum. Pada undang-undang pemilu juga sudah diatur ada Pasal 510.

Penyidik akan mengkaji lebih dulu unsur pelanggaran yang dilakukan terkait ajakan golput. Penyidik akan menyusun konstruksi hukum berdasarkan fakta dan bukti yang ditemukan untuk menentukan apakah kasus tersebut termasuk pelanggaran pemilu atau pidana.

“Jadi tergantung perbuatannya dulu, kedua tergantung sarana yang digunakan, itu bisa dijerat di situ. Penyidik akan melihat dulu perbuatannya, fakta hukumnya, sesuai dengan alat bukti yang ditemukan penyidik baru habis itu disusun konstruksi hukumnya, masuk dalam KUHP kah, (pelanggaran) Pemilu kah, ITE kah, itu sangat tergantung peristiwa tersebut,” jelas Boy. (shd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *