Garda Flobamora Perjuangkan Nasib Perantau NTT

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Organisasi kepemudaan, Garda Flobamora NTT-Sulsel akan memperjuangkan nasib perantau Nusa Tenggara Timur (NTT) yang ada di Makassar dan sekitarnya. Caranya dengan membuat program peningkatan kompetensi para perantau.

Ketua Garda Flobamora NTT-Sulsel, Marius Mide Djuang mengatakan lembaga ini sengaja dibentuk sebagai bentuk kepedulian pemuda terhadap sesama warga NTT di perantauan.

“Sesama warga saya berfikir bagaimana meningkatkan kompetensi mereka. Motivasi pembentukan ini adalah rumah tempat berkumpulnya para perantau yang berdomisili di Makassar dan sekitarnya. Rumah besar bagi pemuda NTT untuk mencari informasi, mencari peluang dan kesempatan untuk kehidupan yang lebih baik,” katanya kepada FAJAR, Selasa 9 April.

Melalui lembaga ini, kata dia, komunitas perantau NTT yang ada di Makassar dan sekitarnya bisa bertukar informasi, pengalaman, dan bertukar relasi dan koneksi untuk kehidupan yang lebih baik.

“Lembaga ini adalah rumah kepedulian. Perantau NTT yang ada di Makassar dan sekitarnya sekitar 85 ribu jiwa dari 35 ribu kepala keluarga. Segmentasi pemuda, dari data 1.500 orang mereka bekerja di swasta, BUMN dan Pemerintahan dan buruh kasar,” katanya.

Bahkan, caleg Hanura daerah pemilihan 1 yang meliputi, kecamatan Makassar, Rappocini dan Ujungpandang ini akhirnya memutuskan untuk masuk dunia politik.

“Kenapa sampai saya mau masuk dunia politik karena saya merasa sangat naif apabila jumlah orang NTT yang puluhan ribu ini tidak punya satu kursi saja sebagai wakil di legislatif. Paling hakiki tujuan saya setidaknya ada atensi dari pemerintah nantinya melalui legislatif terhadap komunitas ini.”

Jika diberi kepercayan, lanjutnya, dia akan menjadi perantara agar ada program yang menyentuh komunitas perantau NTT yang ada di Makassar.

“Kompetensi perantau kita akui masih banyak yang di bawah standar dan kami berusaha meningkatkan kompetensi mereka. Kenapa tidak? Toh ada juga perantau dari NTT bergelar profesor, doktor di sini. Sisa kita berdayakan mereka untuk meningkatkan kompetensi mereka, misalnya dari sopir angkutan bisa jadi pengusaha, buruh kasar bisa mendapat skill wirausaha,” katanya. (rul)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...