Iran Balas Cap Militer AS di Timur Tengah Organisasi Teroris

Selasa, 9 April 2019 - 14:20 WIB

FAJAR.CO.ID–Presiden AS, Donald Trump menyebut Garda Revolusi Iran sebagai organisasi teroris asing. Dilansir dari BBC pada Selasa (9/4), ini adalah pertama kalinya AS menjuluki militer negara lain sebagai organisasi teroris.

Setelah pernyataan Trump yang kontroversial tersebut, Iran membalas dengan menyatakan, pasukan AS di Timur Tengah sebagai organisasi teroris. Ketegangan Washington dan Teheran memang meningkat sejak Trump menarik AS dari perjanjian nuklir Iran.

Trump mengatakan, langkah yang belum pernah diambil sebelumnya dipimpin Kementerian Luar Negeri AS. Ini mengakui Iran bukan hanya sponsor negara teroris namun Garda Revolusi juga secara aktif berpartisipasi dalam membiayai, dan mempromosikan terorisme sebagai alat untuk kenegaraan.

Garda Revolusi dan entitas yang terafiliasi dengan Garda Revolusi menjadi sasaran sanksi AS. “Jika Anda melakukan bisnis dengan Garda Revolusi maka Anda membiayai terorisme,” kata Trump.

Garda Revolusi Iran

Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo dan Penasihat Keamanan Nasional, John Bolton mendukung keputusan itu. Namun sesungguhnya tak semua pejabat AS mendukung keputusan aneh dan kontroversial tersebut.

Pompeo mengatakan, AS akan terus memberikan sanksi dan menekan Iran untuk berperilaku seperti negara normal dan mendesak sekutu Amerika untuk mengambil tindakan serupa. “Para pemimpin Iran bukanlah revolusioner dan orang-orang pantas mendapatkan yang lebih baik,” kata Pompeo.

“Mereka kaum oportunis. Kita harus membantu rakyat Iran mendapatkan kembali kebebasan mereka,” terang Pompeo.

Tetapi beberapa pejabat Pentagon, termasuk Kepala Staf Gabungan, Jenderal Joe Dunford menyatakan keprihatinan tentang keamanan pasukannya. Para pejabat militer memperingatkan sikap Trump itu bisa memicu kekerasan terhadap pasukan AS di Timur Tengah. CIA disebutkan menentang langkah Trump itu.

Dewan Keamanan Nasional Iran menyatakan, Komando Pusat AS sebagai organisasi teroris setelah Menteri Luar Negeri, Javad Zarif menulis surat kepada Presiden Hassan Rouhani untuk mendesak tanggapan semacam itu.

“Kami akan menjawab tindakan apa pun yang dilakukan terhadap Garda Revolusi dengan tindakan balasan,” kata sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh anggota Parlemen Iran. (jp)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.