Pemkab Terlilit Utang, Sentra Kopi Bantaeng Mangkrak

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, BANTAENG — Sentra pengolahan kopi Banyorang Kabupaten Bantaeng mangkrak akibat utang. Biaya mesin sebesar Rp1,4 miliar lebih kepada rekanan belum terbayarkan.

Pelaksana tugas (Plt) Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Bantaeng, Irfan Fajar, mengatakan, belum difungsikan karena masih ada utang atas beberapa pengadaan mesin kepada pihak rekanan. Nilainnya Rp3,9 miliar.

Namun, separuh sudah dibayar di 2018 menggunakan APBD. “Tetapi karena minim anggaran, sehingga hanya seperdua dari Rp3,9 M dulu kita bayar,” ungkapnya. Irfan mengaku tidak tahu banyak persoalan itu dengan alasan baru menjabat Plt.

Lanjut dia, tahun ini utang tersebut dianggarkan kembali. Sehingga memungkinkan sudah bisa beroperasi.

Dia juga menerangkan, bangunan tersebut diakui bukan pabrik, melainkan pusat sentra kopi. Dimana disitu ada 10 kamar atau los pengolahan yang akan ditempati pelaku UKM mengolah kopi dan menjual.

“Memang dilengkapi mesin. Tapi bukan pabrik namanya. Tapi sentra kopi,”katanya menyebut sudah ada tujuh orang ditunjuk menempati los tersebut.

Terkait upah pekerja, kata dia, pihaknya membenarkan bahwa hanya Rp500 ribu. Tetapi tahun ini diakui juga sudah dinaikkan Rp1,5 juta melalui dana APBD. (mum)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment