Periksa Markus Nari, KPK Bidik Tersangka Lain Kasus e-KTP

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memeriksa Markus Nari yang menjadi tersangka korupsi dugaan korupsi proyek e-KTP. Ini pemeriksaan perdana setelah anggota Farksi Partai Golkar DPR RI itu ditahan KPK sejak awal April 2019.

“Setiap pemeriksaan sudah barang tentu untuk memenuhi unsur-unsur pidana yang disangkakan,” kata Wakil Ketua KPK Basaria Pandjaitan dalam kunjungannya di Makassar, Selasa (9/4).

Markus Nari adalah orang kedelapan yang ditetapkan sebagai tersangka. Basaria mengisyaratkan bahwa pemeriksaan tersebut merupakan rangkaian untuk mendalami dugaan keterlibatan pihak lain.

“Pihak lain (yang terlibat) akan tergantung pada perkembangan penyidikan. Jadi kami tidak memastikan si A atau si B. Nanti kami lihat perkembangannya,” terang Basaria.

Setiap perkembangan penyidikan kasus dugaan korupsi yang dilalukan KPK pastinya segera disampaikan kepada masyarakat. “Jadi kami sangat terbuka untuk itu. Tidak usah khawatir,” imbuh Basaria.

Dalam perkara ini, Markus diduga menerima uang untuk memuluskan pembahasan anggaran perpanjangan proyek e-KTP tahun anggaran 2013. KPK menduga Markus menerima Rp 4 miliar. Uang diserahkan eks pejabat Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Sugiharto yang kini menjadi terpidana.

Nama Markus juga muncul dalam putusan Andi Narogong yang merupakan terpidana lain kasus e-KTP. Markus disebut menerima uang dari proyek e-KTP senilai USD 400 ribu.

Berikut daftar nama terpidana korupsi proyek e-KTP:

1. Mantan Dirjen Dukcapil Kemendagri Irman. Dia dihukum 15 tahun penjara dan denda Rp 500 juta subsider 8 bulan kurungan. Serta diwajibkan membayar uang pengganti USD 500 ribu dan Rp 1 miliar.

2. Mantan Pejabat Kemendagri Sugiharto. Dia dihukum 15 tahun penjara dan denda Rp 500 juta subsider 8 bulan kurungan. Pidana tambahan uang pengganti USD 450 ribu dan Rp 460 juta.

3. Mantan Ketua DPR RI Setya Novanto. Dia dihukum 15 tahun penjara dan denda Rp 500 juta subsider 3 bulan kurungan serta uang pengganti USD 7,3 juta. Dicabut hak politiknya selama 5 tahun.

4. Andi Agustinus alias Andi Narogong. Dia dihukum 13 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar serta uang pengganti Rp 1,1 miliar dan USD 2,5 juta.

5. Eks Dirut PT Quadra Solution Anang Sugiana Sudihardjo. Dia dihukum 6 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar subsider 4 bulan kurungan. Sekaligus diwajibkan membayar uang pengganti Rp 20,7 miliar.

6. Keponakan Novanto, Irvanto Hendra Pambudi Cahyo. Dia dihukum 10 tahun penjara dan denda Rp 500 juta subsider 3 bulan kurungan.

7. Pengusaha Made Oka Masagung. Dia dihukum 10 tahun penjara dan denda Rp 500 juta subsider 3 bulan kurungan.

8. Anggota DPR Markus Nari. Proses hukumnya masih dalam proses penyidikan.

(JPC)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...