Prostitusi via MiChat, BeeTalk, Polisi Buru Muncikari yang Beroperasi di Makassar

Selasa, 9 April 2019 - 16:55 WIB
Ilustrasi/FAJAR

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Polisi telah menggelandang muncikari prostitusi online, Ayu (21) ke tahanan Mapolrestabes Makassar. Hanya saja, Ayu tampaknya bukan pemain tunggal dalam bisnis berlendir itu.

Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polrestabes Makassar, Iptu Ismail mengakui masih mengembangkan kasus yang melibatkan tiga pekerja seks komersial (PSK) itu. Sebenarnya, kata Ismail, masih ada satu orang yang bekerja untuk Ayu. Ia tidak sempat diciduk polisi lantaran telah resign dari kantornya selaku Sales Promotion Girl (SPG).

Ia juga membenarkan, potensi untuk menyasar muncikari lain tetap terbuka lebar. Pihaknya masih memantau lalu lintas aplikasi itu. Tak hanya MiChat, aplikasi rentan lainnya seperti WeChat dan BeeTalk juga mesti diwaspadai.

“Kalau untuk Ayu ini, dia cuma bersama empat orang itu. Mereka memang berteman. Meskipun, tidak menutup kemungkinan kita mendapatkan kasus lainnya dengan penyelidikan baru. Apalagi ini kan kota besar. Nominal bayaran yang dipatok kawan-kawan Ayu juga terbilang masih terjangkau, bukan hal mewah,” ungkap Ismail.

Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polrestabes Makassar, Iptu Ismail.

Ia menerangkan, status Ayu sebagai muncikari juga karena membuka peluang bagi teman-temannya. Ayu tak pernah melakukan perekrutan. Mulanya, ia bersama keempat orang temannya bekerja sebagai SPG produk minuman ringan. Karena berupaya memenuhi target perusahaan, salah seorang temannya membeberkan ide prostitusi itu. (mam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *