Said Iqbal Sebut Dirinya Korban Kebohongan Ratna Sarumpeat

Selasa, 9 April 2019 - 10:33 WIB

FAJAR.CO.ID–Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal mengakui dirinya diminta Ratna Sarumpaet untuk dipertemukan dengan Prabowo Subianto soal drama penganiayaan yang mengakibatkan lebam-lebam di wajahnya.

Iqbal menyatakan bahwa pertemuan dengan sejumlah tokoh Badan Pemenangan Nasional (BPN) di Polo, Hambalang, Sentul, Bogor pada tanggal 02 Oktober 2018 lalu atas permintaan dari Ratna Sarumpaet.

“Dalam kesaksian ini saya akan menceritakan apa yang saya dengar dan saya tahu. Pertemuan tanggal 2 Oktober di Lapangan Polo itu intinya, apa yang saya lakukan atas permintaan Kak Ratna Sarumpaet untuk dipertemukan dengan Bapak Prabowo Subianto, berkaitan dengan dugaan penganiayaan yang beliau (Ratna) sampaikan,” ujar Said Iqbal di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (9/4).

Iqbal mengaku siap memberikan kesaksian dalam sidang lanjutan Ratna Sarumpaet ini. Keterangan yang akan disampaikan saat sidang tidak lain keterangan yang hanya diketahui, didengar, sebagaimana tercatat dalam berita acara Polda Metro Jaya.

Iqbal pun menegaskan, bahwa dirinya, Amien Rais, Nanik, Dahnil Anzar Simanjuntak yang ditetapkan sebagai saksi oleh Polda Metro Jaya tidak lain merupakan korban atas kebohongan Ratna Sarumpaet.

“Pada intinya, saya ingin mengatakan, baik Pak Amien, Mbak Nani, Mas Dahnil yang selama ini sebagai saksi di Polda Metro Jaya, kami adalah korban kebohongan dari Ratna Sarumpaet, yang tidak kami tahu dari awal,” ujarnya.

Sementara itu, Koordinator Jaksa Penuntut Umum Daru Trisadono mengatakan, sidang lanjutan kali ini menghadirkan empat orang saksi. Yaitu, Said Iqbal, Ruben, dan dua orang pendemo Chairulah dan Pendemo.

“Saksi sebelumnya sempat menyebutkan nama tersebut. Ya tentu berkaitan dengan yang jelas berkaitan dengan unsur-unsur dari dakwaan. Kan semua bisa berkembang di persidangan,” ujarnya.

Sebelumnya pada sidang pada Selasa (2/4) lalu, JPU membacakan surat dakwaan, yang menyatakan Ratna Sarumpaet dan sejumlah nama tokoh Badan Pemenangan Nasional (BPN) berada di Polo, Hambalang, Sentul, Bogor pada pada 02 Oktober 2018.

Nama-nama yang hadir di sana termasuk Prabowo Subianto, Amien Rais, Nanik S. Deyang, Hanum Rais, Dahnil Anzar Simanjuntak, Djoko Santoso dan Said Iqbal.

Diketahui, Ratna Sarumpaet ditahan polisi setelah ditetapkan sebagai tersangka kasus hoax, Jumat, 5 Oktober 2018. Penangkapannya sempat menggegerkan publik karena mengaku diamuk sejumlah orang.

Cerita bohongnya terbongkar. Ternyata, lebam di wajah Ratna bukan akibat dipukul, melainkan akibat operasi sedot lemak di RSK Bina Estetika.

Kemudian, Jaksa Penuntu Umum mendakwa Ratna dengan dakwaan tunggal. Dia didakwa melanggar Pasal 14 ayat (1) UU No. 1 Thn 1946 ttg Peraturan Hukum Pidana atau dakwaan kedua pasal 28 ayat (2) jo 45A ayat (2) UU No 19 Thn 2016 tentang Perubahan atas UU No 11 Thn 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Ratna didakwa telah membuat keonaran melalui berita bohong yang dibuatnya. (jp)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.