Walikota Malang Jawab 3 Pertanyaan Penyidik KPK

Selasa, 9 April 2019 - 16:17 WIB

FAJAR.CO.ID, MALANG – Walikota Malang Sutiaji mengaku mendapat pertanyaan terkait uang pokir, THR, dan fee 1 persen saat diperiksa oleh tim penyidik KPK di aula Sanika Satyawada Polres Malang Kota (Makota), Selasa (9/4). Sutiaji hadir sebagai saksi atas kasus dugaan suap APBD-P Kota Malang Tahun Anggaran 2015 dengan tersangka mantan Sekda Kota Malang Cipto Wiyono.

Sutiaji mengatakan, dirinya datang untuk memenuhi pemberkasan. Sama seperti yang sudah pernah dia lakukan pada pemeriksaan sebelumnya. “Hanya memenuhi pemberkasan yang sudah-sudah. Karena ini tersangkanya baru, pak Cip (Cipto Wiyono). Hanya berkasnya,” ujar Sutiaji usai diperiksa.

Saat pemeriksaan, Sutiaji mengaku mendapatkan beberapa pertanyaan. Antara lain terkait uang pokir, uang sampah, dan fee 1 persen. “Saya hanya 3 (pertanyaan). Pada waktu pembahasan pokir itu ada di dalam atau tidak, saya bilang saya ada di dalam bukan membahas tentang pokir , tapi membahas tentang pencabutan APBD jembatan Kedungkandang,” terangnya.

Saat itu pengerjaan jembatan Kedungkandang direncanakan multi years. Namun, ada skenario agar rencana itu dicabut. “Waktu itu minta saran, hanya ditelepon pada direktur anggaran yang menyarankan bahwa serapan anggarannya lemah, ngga kada,” terangnya.

“Sehingga di-close, waktu itu yang telepon, yang dapat nomornya pak Wasto. Pak wasto memberikan telepon kepada pak Bambang yang telepon ketika itu. Saya d idalamnya membahas itu tidak ada yang lebih,” lanjutnya.

Pada pemeriksaan ini, Sutiaji hanya diundang sebagai saksi untuk Cipto, tidak ada nama lain. “Saya jadi saksi tersangkanya pak Cipto. Satu nama aja. Tidak ada ditanyakan lagi selain pak Cipto,” kata dia.

Sebelumnya, Sutiaji mendatangi aula Polres sekitar pukul 10.30 WIB. Dia datang dengan mengenakan kemeja batik berwarna coklat dan memakai kopyah berwarna hitam. Sutiaji juga terlihat menenteng map berwarna merah. Dokumen tersebut merupakan berkas cuti haji saat pengangkatan Cipto sebagai Sekda.

“Karena memang pada waktu pak Cip diangkat jadi sekda, saya haji. Jadi proses yang untuk APBD 2014, pembahasan waktu itu saya masih cuti,” terangnya.

(JPC)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *