Andi Mariattang: Masyarakat harus Dukung Penyelenggara Wujudkan Pemilu Bersih

Rabu, 10 April 2019 - 20:59 WIB

FAJAR.CO.ID, BULUKUMBA – Usaha mewujudkan Pemilu bersih harus dilihat sebagai upaya bersama. Masyarakat perlu memainkan peran aktif mendorong lahirnya Pemilu berintegritas, Pemilu yang bersih, tidak dimonopoli oleh praktik kecurangan.

Hal tersebut disampaikan Andi Mariattang, Anggota Komisi II DPR RI saat menjadi pembicara dalam acara sosialisasi pendidikan pemilih yang digelar di Hotel Agri Bulukumba, Rabu (10/4).

“Sebagai masyarakat kita harus mendukung Penyelenggara Pemilu mewujudkan Pemilu bersih, bagaimanapun SDM penyelenggara terbatas makanya harus didukung penuh oleh masyarakat,” ungkapnya di hadapan peserta sosialisasi.

Pemilu bersih dinilai sebagai jalan mewujudkan kesejahteraan. Menurutnya, akan lahir wakil rakyat berkualitas bila Pemilu berlangsung secara bersih.

“Pemilu bersih akan melahirkan wakil rakyat yang punya komitmen memperjuangkan aspirasi rakyat, mereka terpilih dengan cara yang jujur sehingga tidak ada beban kecuali memperjuangkan kepentingan rakyat,” jelas politisi senior PPP ini.

Bagi Andi Mariattang, memperjuangkan Pemilu bersih bukan hal baru. Anggota DPR asal Bulukumba ini sejak awal gigih memperjuangkan Pemilu bersih. Dirinya bahkan menginisiasi gerakan nasional caleg anti money politic.

Sementara itu Ketua KPU Bulukumba, Kaharuddin, mengungkapkan pihaknya merasa bangga atas ditunjuknya Bulukumba sebagai tuan rumah sosialisasi pemilih.

“KPU Bulukumba bangga dan berterima kasih ditunjuk sebagai tuan rumah sosialisasi pemilih,” ucapnya saat memberi sambutan.

Dia menguraikan KPU Bulukumba telah membentuk satgas kepemiluan guna memasifkan partisipasi pemilih.

“Kami telah membentuk satgas kepemiluan, agenda kerjanya meliputi pendidikan pemilih bagi milenial, pelajar, kerja sama relawan disabilitas, perempuan dan kaum marginal serta komunitas lainnya. Termasuk program dengan goes campoes. Juga ada lomba lari dan konser musik,” pungkasnya.

“Tujuannya mengajak pemilih untuk datang ke TPS pada hari pencoblosan. Semakin tinggi partisipasi pemilih semakin tinggi legitimasi pemilu,” tutupnya. (yon)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.