Besok atau Lusa, Berkas Perkara Joko Driyono Akan Dilimpahkan ke Kejaksaan

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Berkas perkara mantan Plt Ketua Umum PSSI, Joko Driyono (Jokdri) akan segera dilimpahkan ke Kejaksaan Agung secepat mungkin. Berkas perkara kasus perusakan barang bukti dugaan pengaturan skor itu rencananya akan dilimpahkan oleh Satgas Antimafia Bola besok, Rabu (10/4) atau lusa Kamis (11/4).

Ketua Satgas Media Antimafia Bola, Kombes Pol. Argo Yuwono memastikan berkas perkara milik tersangka Joko Driyono segera dilimpahkan. Menurutnya, berkas perkara itu sudah diselesaikan oleh tim penyidik.

“Untuk tersangka lain, Pak Joko Driyono, nanti dari penyidik akan menyerahkan ke Kejaksaan Agung. Kalau tidak besok ya lusa,” ujar Argo di Mapolda Metro Jaya, Jalan Sudirman, Rabu (10/4).

Pria yang akrab disapa Jokdri itu melanggar pasal berlapis, yaitu Pasal 363 KUHP atau Pasal 235 KUHP atau Pasal 233 KUHP atau Pasal 232 KUHP atau Pasal 221 KUHP juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

“Karena kasus Pak Joko Driyono berbeda dengan kasus keenam tersangka yang baru saja dibawa,” ujar Argo.

Diketahui, Satgas Antimafia Bola Barusa saja melimpahkan berkas dan enam tersangka ke Kejaksaan Agung, untuk dibawa ke Kejaksaan Negeri Banjarnegara, Jawa Tengah.

Keenam tersangka kasus pengaturan skor (match fixing) itu merupakan pengungkapan kasus dari laporan manajer Persibara Banjarnegara, Laksmi Indaryani pada 19 Desember 2018 dengan nomor LP/6990/XII/2018/PMJ/DITRESKRIMUM.

Keenam tersangka itu adalah anggota Komisi disiplin PSSI Dwi Irianto alias Mbah Putih, anggota Exco PSSI dan Ketua Asprov Jawa Tengah, Tjan Ling Eng alias Johar, mantan anggota komite wasit Priyanto dan anaknya, Anik Yuni Artika Sari. Kemudian, Direktur Penugasan Wasit PSSI Mansyur Lestaluhu dan wasit pemimpin pertandingan Nurul Safarid.

Dari enam tersangka tersebut, penyidik menyusun menjadi empat berkas perkara untuk dikirim ke Kejaksaan Agung. Berkas perkara tersebut sudah dinyatakan lengkap baik persyaratan formil maupun materil.

“Penyusunan berkas itu melibatkan ada 26 saksi dan dari saksi ahli ada 3 orang. Berkas yang dikirim berkas dari Laksmi dan sejumlah dokumen berjumlah 220,” pungkasnya.

(JPC)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment