Habiburrahman Minta Bawaslu Jangan Pasif Sikapi Dugaan Politik Uang Bowo Sidik

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Uang hasil sitaan dari oprasi tangkap tangan Bowo Sidik oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), diduga akan digunakan untuk serangan fajar pada Pemilu 2019 mendatang.

Menanggapi hal tersebut, pihak Prabowo-Sandi pun meminta penyelenggara Pemilu, khususnya Badan Pengawas Pemilu untuk pro aktif menyelesaikan persamalahan tersebut.

Juru bicara badan pemenangan nasional (BPN) Habiburrahman mengungkapkan bahwa, Bawaslu tidak boleh pasif. Bawaslu harus segera melakukan penelusuran terkait dugaan uang yang akan diperuntukan untuk serangan fajar pada Pemilu 2019 nantinya.

“Sudah sepekan, dalam persoalan Bowo Sidik ada niat politik uang, ada serangan fajar. Bahkan, ditemukan amplop sebanyak 400 ribu yang sudah bersetempel jempol, apalagi ini sudah disebutkan atas perintah Nusron Wahid, Bawaslu harus sudah bergera,” tuturnya dalam diskusi topic of the week yang bertajuk “Kampanye 02 Sering Diganggu: Tegakkan Fair Play!” di Kantor Seknas Prabowo-Sandi, Jakarta, Rabu (10/4).

Menurutnya, Bawaslu sudah harus melakukan klarifikasi. sudah ada nama yang disebutkan oleh Bowo Sidik.

“Klarifikasi Nusron Wahid apakah benar atau tidak pernyataan dari Bowo Sidik. Apa benar sumber dana tersebut diperoleh dari Nusron Wahid, Bawaslu sudah harus mengejarnya,” ungkapnya.

Lanjut, Habiburrahman mengungkapkan aplop sebanyak 400 ribu tersebut tidak masuk akal jika diperuntukan untuk target caleg. Jumlah itu 8 kali lebih besar dari target suara normal seorang caleg.

“Saya pribadi tidak sebanyak itu sebagai seorang caleg. Saya paling menargetkan 50 ribu suara saja, ini yang dilakukan Bowo Sidik jauh lebih banyak. Kalau itu benar-benar dilakukan dalam konteks terstruktur, sistematis dan masif, nah itu ada sanksinya. Sanksinya adalah pembatalan sebagai calon,” ujarnya.

Bawaslu diberikan amanah untuk mengawasi jalannya proses Pemilu yang jujur adil dan demokratis. Ia mengaku pihaknya juga akan bersurat secara resmi kepada Bawaslu dan akan terus mengawal proses tersebut.

“Kita akan kawal dan akan awasi proses ini. Semua demi pemilu yang baik, jujur, adil dan demokratis,” pungkasnya. (yog)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment