Kampanye Capres, Polisi Amankan Puluhan Motor di Jogja

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, JOGJAKARTA – Jajaran Polresta Jogjakarta, Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ) mengamankan setidaknya 37 sepeda motor dengan knalpot tak sesuai standar (blombongan) selama 2 hari terakhir. Tidak hanya sepeda motor, petugas juga mengamankan ratusan galah bambu yang dibawa massa saat berangkat menghadiri kampanye terbuka.

Pengamanan dilakukan pada Minggu (7/4) saat kampanye terbuka pendukung Capres 01 dan Senin (8/4) saat kampanye Capres 02. “Untuk Minggu kami amankan 32 kendaraan bermotor dan ratusan galah bambu. Sedangkan Senin kemarin ada 5 sepeda motor,” kata Wakapolresta Jogjakarta, AKBP Ardiyan Mustakim di Polresta Jogjakarta, Selasa (9/4).

Pada Minggu (7/4) massa peserta pendukung Capres 01 dari Kota Jogjakarta yang berangkat kampanye di Alun-alun Wates Kabupaten Kulon Progo. Petugasnya melakukan pengamanan di beberapa titik dan mendapati mereka yang memakai knalpot tak standar di Jalan Wates, Jalan RE Martadinata, dan Jalan Brigjen Katamso.

Sedangkan untuk Senin (8/4) pesertamassa pendukung 02 yang berkampanye di Stadion Kridosono Kota Jogjakarta. Petugas pada hari itu melakukan razia di Jalan Sisingamangaraja, I Nyoman Dewa Oka, dan Jalan Wahid Hasyim. “Kami mendapati sepeda motor yang knalpot blombongan (tak standar) di sekitar Kridosono,” kata Ardiyan.

Sepeda motor yang knalpotnya tak standar itu sementara diamankan di kantornya. Sanksinya akan dikenai tilang, dan pemilik diwajibkan mengganti knalpot sesuai aturan. “Untuk ratusan galah bambu yang dipakai untuk mengibarkan bendera ini nanti kami musnahkan,” ucapnya.

Terpisah, Ketua Badan Pemenangan Daerah (BPD) untuk pemenangan Capres 01, Bambang Praswanto mengatakan, setiap digelar kampanye terbuka pihaknya sudah memiliki aturan dasar yang harus dipatuhi oleh para peserta. “Kami sudah ada rambu-rambu tata tertibnya,” kata dia.

Ada sekitar 10 poin rambu-rambu yang dimaksud. Beberapa diantaranya adalah alat transportasi yang digunakan wajib sesuai dengan aturan kepolisian. Selama perjalanan menuju atau meninggalkan rapat umum terbuka juga harus mengutamakan keselamatan berlalu lintas. Semua peserta juga dilarang menggunakan sepeda motor dengan knalpot blombongan. Serta tak diperbolehkan membawa senjata tajam.

(JPC)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment