Kendalikan Tikus, Petani Boyolali Kembangkan Burung Hantu


FAJAR.CO.ID, BOYOLALI – Petani di Desa Jeron Kecamatan Nogosari Kabupaten Boyolali mengembangkan burung hantu dengan membuat rumahnya di lahan tanaman padi di desa setempat, guna mengendalikan hama timus.Kepala Desa Jeron, Joko Supono, di Desa Jeron Boyolali, Rabu (10/4), mengatakan petani mengembangkan rumah burung hantu (rubuha) ini guna mengatasi hama tikus yang menyerang tanaman padi mereka, sehingga sering merugi.Joko Supono mengatakan tikus merupakan hama yang cukup mengganggu tanaman padi para petani. Hama ini, memang cukup menyita perhatian karena petani bisa kehilangan banyak hasil panennya.Para petani berusaha untuk mengendalikan perkembangan hama tikus yang ada di lahan pertaniannya, salah satunya dengan mempelajari biologis tikus. Permasalahan ini, para petani menyiasati dengan membuat suatu rumah untuk spesies burung hantu yang dipelajari dari daerah Kabupaten Demak.Dia mengatakan pengembangkan burung hantu yang secara alami merupakan pemangsa tikus. Program pengembangan hama tikus ini, dengan menggunakan dana APBDes sebesar Rp10 juta.Pihaknya mengajak kelompok tani setempat untuk membuat 10 rubuha. Dengan ini, Desa Jeron kini sudah memiliki 60 rubuha yang dibuat di lokasi lahan pertanian masing-masing kelompok tani.”Kami memberikan contoh, dari APBDes akan membuat karantina atau kandang besar untuk pembibitan burung hantu. Artinya, petani ke depan juga bersemangat dalam mengembangkan rubuha itu,” katanya.Program pengembangan burung hantu dan rubuha, kata dia, sudah berjalan selama empat bulan ini, dan kini dapat dirasakan manfaatnya oleh para petani.

KONTEN BERSPONSOR

Komentar