Kondisi Terkini Audrey, Korban Pengeroyokan 12 Pelajar SMA

Rabu, 10 April 2019 13:22
Belum ada gambar

Dari penuturan AU saat dijenguk Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono Senin lalu, terungkap keterangan bahwa pemicu awalnya adalah berbalas komentar di media sosial. Karena tak terima, belasan pelajar tersebut lalu mencegat korban dan terjadilah intimidasi sampai pengeroyokan. ”Ini harus diselesaikan. Saya tak mau ada geng-geng seperti ini di kalangan pelajar,” kata Edi.Komisi Perlindungan dan Pengawasan Anak Daerah (KPPAD) Kalbar mengaku juga telah menindaklanjuti pengaduan tentang kasus itu pada Jumat (5/4).”Korban ditendang, dipukul, diseret, sampai kepalanya dibenturkan ke aspal. Pengakuan korban adanya kekerasan mengenai alat vital sehingga korban mengalami muntah kuning. Saat ini dirawat di rumah sakit,” papar Ketua KPPAD Kalbar, Eka Nurhayati Ishak.Eka mengungkapkan, ada tiga pelaku utama dengan inisial NE, TP, dan FZ serta sembilan anak lain yang berada di lokasi. ”Kami sudah berkoordinasi dengan tiga sekolah siswi tersebut,” katanya.Korban, jelas Eka, sudah mendapatkan pendampingan, di antaranya berupa terapi hypnoprana. Jenis terapi itu berkembang di Pontianak sejak 2012. Intinya, menyinergikan kekuatan pikiran dan energi (hati/perasaan, alam semesta, dan Ilahi) bagi kesehatan tubuh fisik (organ tubuh), mental, spiritual, pikiran, dan sosial.Pendampingan juga akan diberikan kepada pelaku yang sama-sama masih di bawah umur. ”Untuk pelaku tentang pemahaman apakah yang dilakukannya tersebut pantas. Sedangkan untuk korban agar bisa menghilangkan trauma atas peristiwa itu dan memulihkan pola pikir mereka sebagai anak,” ungkap Wakil Ketua KPPAD Kalbar, Tumbur Manalu.

Komentar