Kondisi Terkini Audrey, Korban Pengeroyokan 12 Pelajar SMA

Rabu, 10 April 2019 13:22

Apalagi, dari informasi yang didapat, para pelaku sudah sering melakukan tindak kekerasan. Meneror para pelajar putri. ”Mereka (pelaku, Red) ini pergaulannya sudah luas. Saya sudah dengar mereka begini begitu. Jadi, banyak sekali korban yang pernah diteror sama mereka datang ke sini (ke RS tempat AU dirawat, Red),” paparnya.Belajar dari kasus tersebut, Edi mengimbau orang tua mengawasi anak-anak mereka dalam penggunaan media sosial. ”Karena di dunia maya biasa terjadi perundungan, fitnah, sampai penyebaran informasi bohong,” tuturnya.Asisten Deputi Pemenuhan Hak Anak atas Pengasuhan, Keluarga, dan Lingkungan Kementerian PPPA, Rohika Kurniadi Sari mengungkapkan kasus di Pontianak itu wujud kegagalan orang tua dalam mendidik anak. Dia menyebutkan, di pasal 26 UU Perlindungan Anak Nomor 35 Tahun 2014 sudah dipaparkan tanggung jawab orang tua.Orang tua, kata Rohika, wajib mengasuh, memelihara, mendidik, melindungi, serta menjamin tumbuh kembang anak sesuai dengan kemampuan, bakat, dan minatnya. ”Orang tua wajib mencegah terjadinya perkawinan pada usia anak dan memberikan pendidikan karakter serta penanaman nilai budi pekerti,” ujarnya.Karena itu, ketika ada kasus yang melibatkan anak sebagai pelaku, harus dilihat secara holistis. ”Harus diakui bahwa kita semua gagal dalam mendidik,” katanya.Selain orang tua, lingkungan pun membentuk anak menjadi berperilaku brutal. Anak membutuhkan role model untuk tumbuh kembangnya. Orang tua dan lingkungan masyarakat tempat para pelaku tumbuh juga harus mendapatkan treatment.

Bagikan berita ini:
8
1
7
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar