KPU Yakin Kebutuhan Logistik Terpenuhi Tepat Waktu

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – KPU hanya punya waktu kurang dari sepekan untuk mempersiapkan segala sesuatu terkait penambahan 829 tempat pemungutan suara (TPS). Selain merekrut tenaga untuk kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS), KPU harus menyediakan logistik sesuai kebutuhan pemilih di TPS-TPS tersebut.

Meskipun demikian, KPU optimistis bisa memenuhi semua kebutuhan itu tepat waktu.

Komisioner KPU Ilham Saputra menjelaskan, perusahaan-perusahaan penyedia logistik sudah menyatakan kesanggupan untuk memproduksi tambahan logistik. “Hari ini (kemarin, Red) kami berkoordinasi dengan penyedia untuk menyiapkan segala sesuatunya terkait dengan TPS tambahan itu,” terangnya.

Pihaknya sudah melakukan kontrak dan tidak butuh waktu lama untuk produksi. “Tanggal 12 sudah sampai di tempat bersangkutan,” lanjutnya.

Sebab, kapasitas produksi pabrik tersebut bisa ribuan surat suara per jam. Dengan demikian, tidak akan ada kendala dalam produksi. Yang membutuhkan waktu justru distribusi menuju lokasi TPS yang tersebar di sejumlah provinsi.

Ilham menjelaskan, ada dua jenis surat suara yang saat ini diproduksi, yakni surat suara tambahan dan pengganti yang rusak. Sambil jalan, pihaknya juga memastikan tingkat kerusakan surat suara di tiap-tiap daerah. Bila masih bisa ditoleransi aturan, surat suara tidak perlu diganti. Dengan begitu, waktunya bisa lebih efisien.

Produksi surat suara rusak juga mencakup untuk surat suara yang terbakar di Kinabalu, Malaysia. Jumlahnya sekitar 900 lembar. “Kalau perlu kami akan kirim via pesawat, mengirim orang untuk membawanya juga,” lanjutnya. Sebab, pengiriman menggunakan kargo berisiko lebih lama daripada dibawa langsung oleh petugas.

Di luar kebutuhan tersebut, praktis seluruh kebutuhan untuk TPS reguler sudah tuntas. Termasuk untuk daerah terdampak bencana di Sulawesi Tengah. Provinsi itu mendapatkan jadwal produksi dan distribusi di akhir karena kebutuhan surat suara tidak terlalu banyak.

(JPC)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment