Pak Polisi ini Banyak dari Terinspirasi dari Memelihara Burung

Rabu, 10 April 2019 14:45

“Kalau melakukan penyelidikan sembarangan nanti yang ada anggaran pemerintah keluarnya cuma-cuma,” sebut lulusan Akademi Kepolisian tahun 1994 itu.Sebagai penghobi burung, ia juga tak lepas untuk mencari bentuk kicauan. Salah satu tipsnya, burung harus terkena embun pagi. Biar hasilnya lebih maksimal. Lebih cepat mendapat kicauan terbaik. Sebab, kicauan itu yang penting.”Itu yang kami kejar. Dibanding pistol, lebih ribet memelihara burung. Semua harus dirawat,” ungkap mantan Kasubdit Bankum BNN ini. Namanya penghobi pastinya ada tempat penyalurannya.Selain mendengarkan kicauannya di rumah, lebih maksimal adalah dibawa ke arena lomba. Karena rawatan mereka dinikmati di lomba. Apalagi, ada kebanggaan tersendiri jika juara.”Dari kegiatan kicau mania diperlombakan sampai piala presiden, kapolri, piala raja Hamengkubuwono, dan piala kapolda, burung-burung itu sudah diikutkan,” paparnyaTak seperti, ocehan-ocehan di media sosial yang lebih cenderung mengarah pada stres, kicau burung selalu merdu. Membuat kepenatan sirna. Juga, bisa menjadi lapangan kerja baru untuk masyarakat.”Ada beberapa pabrik makanan burung yang terbuka. Pegawainya terus bertambah. Bisa juga usaha sangkar burung hias. Sebelumnya kan tidak ada. Sekarang sudah ada ribuan. Ini salah satu bukti membuka lapangan kerja baru,” kunci Ketua Asiosasi Burung Kicau se-Indonesia itu. (*/abg)

Bagikan berita ini:
4
5
3
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar