Panelis harus Siapkan Pertanyaan Terbaik untuk Debat Pamungkas

Rabu, 10 April 2019 - 14:47 WIB

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Sepuluh panelis dalam debat kelima pilpres telah ditunjuk oleh Komisi Pemilihan Umum RI (KPU). Selanjutnya mereka akan menyusun pertanyaan untuk kedua kandidat, yaitu Jokowi-Ma’ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Ketua KPU, Arief Budiman meminta sepuluh panelis tersebut mengerahkan semua kekuatan dalam membuat pertanyaan debat. Pasalnya, debat kelima merupakan debat pamungkas dan sebagai penutup rangkaian debat yang diselenggarakan oleh KPU.

“Semoga (pertanyaan) ini bisa dipoles (panelis). Sehingga publik mendapatkan informasi dan masukan-masukan, yang dia gunakan untuk background siapa yang dia pilih (Jokowi atau Prabowo),” ujar Arief di Jakarta, Rabu (10/4).

Debat kelima ‎yang bertemakan ekonomi dan kesejahteraan sosial, keuangan, investasi, dan industri itu juga diharapkan Arief bisa dimaksimalkan oleh para panelis. Mengingat tema tersebut menyangkut hajat hidup orang banyak.

“Dalam kultur pemilu kita di antara banyak tahapan, klimaks di bagian akhir. Kami sangat berharap betul-betul terurai yang jadi klimaks yang dibutuhkan Indonesia,” ‎katanya.

Selain itu, Arief mengatakan, para panelis juga akan mendatangani ‎pakta integritas. Itu dilakukan supaya pertanyaan yang mereka buat untuk kandidat capres dan cawapres tidak bocor.

Sekadar informasi, ‎debat kelima pilpres akan diikuti oleh kedua pasangan capres dan cawapres. Temanya ekonomi dan kesejahteraan sosial, keuangan, investasi, dan industri.

Debat terakhir digelar di Hotel Sultan, Jakarta, pukul 20.00 WIB. Empat stasiun TV yang akan menayangkan debat kelima yaitu TVOne, ANTV, Berita Satu, dan Net TV.

Berikut ini nama ‎sepuluh panelis di debat kelima:

1. Rektor Unair, Prof. Muhammad Nasih
2. Guru Besar FEB Universitas Tanjungpura, Prof. Eddy Suratman
3. Dosen FEB UIN Syarif Hidayatullah, Dr. Muhammad Arief Mufraini
4. Dekan FEB Universitas Diponegoro, Dr.Suhartono
5. Dekan FEB Universitas Sam Ratulangi, Dr.Herman Karamoy
6. Dekan FEB Universitas Udayana, Dr. I Nyoman Mahaendra Yasa, SE., M.Si
7. Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Andalas, Dr. Harif Amali Riva’i
8. Guru Besar ITB, Prof. Dr. Ir. Dermawan Wibisono
9. Dosen Community Development Unika Soegijapranata Semarang, Tukiman Taruno Sayoga Ph.D
10. Direktur Eksekutif Indonesia Global Justice (IGJ) Rahmi Hertanti‎.

(JPC)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *