Pengamat: Jokowi Marah Karena Dirinya Difitnah, Prabowo Marah Karena Bela Rakyat

Rabu, 10 April 2019 - 20:17 WIB

FAJAR.CO.ID, Jakarta- Belakangan ini, kampanye kedua calon Presiden, baik Joko Widodo (Jokowi) maupun Prabowo Subianto berapi-api. Jokowi dengan lantang mengatakan siap melawan semua fitnah dan tuduhan PKI dan antek Asik terhadap dirinya. Begitu pun sebaliknya Prabowo Subianto terlihat gebrak podium saat Kampanye di Yogyakarta belum lama ini.

Menanggapi itu, pengamat politik, Tony Rosyid menilai, secara subtansial, kemarahan Jokowi dan Prabowo berbeda. Jokowi marah karena dirinya difitnah, sementara Prabowo marah karena Rakyat.

“Prabowo marah karena sedang membela rakyat, pak jokowi marah melawan serangan kepada dirinya. Hanya saja masyarakat tidak terlalu paham soal itu,” kata Tony Rosyid dalam diskusi dengan Topic of The Week bertajuk “Kampanye 02 Sering Diganggu: Tegakkan Fair Play!” di Kantor Seknas Prabowo-Sandi, Jakarta, Rabu (10/4).

Ia menilai, sikap keras Prabowo itu akan dianggap hebat oleh masyarakat.

“Kalau keras, pak prabowo pasti dikatakan hebat. Sikat saja. Kalau penonton kan bilang gitu. Sikat saja, jangan lembek. Mau ngomong apa saja gak masalah,” katanya.

Lebih jauh Rosyid mengatakan, Jokowi kini tidak lagi berhadapan dengan Prabowo-Sandi, namun rakyatnya sendiri.

“Rival politik pak jokowi sekarang bukan prabowo sandi. Rapi rival pak jokowi adalah rakyat yang kecewa.” Ujarnya. (yog).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.