Pengungkapan Peredaran Narkoba di Luwu Naik 64 Persen, Beratnya Capai 58.1097 Gram

Rabu, 10 April 2019 - 09:00 WIB

FAJAR.CO.ID, BELOPA — Tindak pidana penyalahgunaan peredaran narkoba jenis sabu di Kabupaten Luwu mengalami kenaikan signifikan di triwulan pertama 2019. Narkoba yang beredar di Luwu bertambah mencapai 58.1097 gram.

Kapolres Luwu, AKBP Dwi Santoso mengatakan, jumlah narkoba yang ditangkap pada triwulan keempat tahun 2018 mencapai 32,435, 9 gram. ”Kini pada triwulan pertama tahun 2019 mencapai Rp90,545,6 gram,” kata Dwi di Kantor Polres Luwu, Selasa 9 April.

Menurutnya, persentase kenaikannnya mencapai 64 persen. Total kenaikan mencapai mencapai 58.1097 gram. Penanganannya naik tiga kasus. Persentasenya mencapai 30 persen. Dimana tahun 2018 hanya 7 kasus naik menjadi 10 kasus tahun 2019.

Sementara pelaku yang diamankan tahun sebelumnya 12 pelaku dan triwulan pertama tahun ini menjadi 14 pelaku yang diamankan Polres Luwu. Kasus penyalahgunaan obat lainnya berupa tramadol. Tramadul yang ditangkap mencapai 430 butir. Peredaran obat obatan daftar G jenis Tramadol sangat banyak di Luwu.

Bukan hanya itu, Dwi menyebut telah mengungkap peredaran narkoba di Larompong pada 28 Maret lalu. Pengedar bernama Daniel alis Johan alias Beni Johan unur 20 tahun. Pria profesi pelaut asal Ahmad Razak Palopo ini mengedatkan sabu di Larompong sebanyak 49 gram.

Kasat Narkoba AKP Awaluddin mengatakan penindakan jaringan pemakai dan pengedar narkoba jenis sabu maupun peredaran obat obatan daftar G jenis Tramadol telah dilakukan di Luwu. ”Dalam kurun waktu semester satu terhitung sejak bulan Januari, Februari, dan Maret 2019 sebanyak 90 ,54 gram barang bukti narkoba jenis sabu sudah disita oleh Satuan Narkoba Polres Luwu,” kata Awaluddin.

Polisi juga mengamankan 340 butir obat daftar G Jenis Rimadol. Untuk triwulan 1 tahun 2019 Unit Narkoba Polres Luwu sedang menangani 10 kasus penyalah gunaan narkoba. “Lima kasus sudah P21 sedang lima kasus lainnya sedang dalam proses penyidikan,”jelasnya.

Menurutnya, memang dampak peredaran narkoba ini sangat buruk dan justru malah akan menghancurkan generasi muda.
“Harapan saya peran elemen masyarakat Luwu saya imbau untuk bisa bersama membantu aparat hukum dalam mencegah peredaran Narkoba,” ungkapnya.

Meski pihaknya telah bekerja maksimal dalam mencegah dan mengungkap peredaran narkoba di Wilayah Polres Luwu, masih terjadi trend kenaikan peredaran narkoba selama triwulan pertama sejak Januari, Februari, Maret tahun 2019. (shd)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.