Rawan Bencana, KPU Kendal Siapkan Skenario TPS Aman

Rabu, 10 April 2019 - 08:15 WIB

FAJAR.CO.ID, KENDAL – Komisi Pemilian Umum (KPU) Kabupaten Kendal telah menyiapkan skenario untuk mengantisipasi terhadap Tempat Pemungutan Suara (TPS) di suatu wilayah yang terindikasi rawan bencana banjir. Hal itu mengingat kondisi musim penghujan hingga bulan ini masih berlangsung.

Bahkan, akibat hujan yang terjadi dengan intensitas tinggi, tak jarang membuat beberapa sungai besar meluap dan airnya menerjang desa/kelurahan. Sungai besar yang kerap meluap saat terjadi hujan lebat itu, seperti Sungai Blorong, Kali Kendal, dan Sungai Bodri serta sungai yang lain.

Komisioner KPU Kendal, Rokhimudin mengatakan, skenario TPS aman itu disiapkan jika terjadi banjir akibat hujan deras saat pelaksanaan pemilu 17 April mendatang, di mana airnya menggenangi TPS. Karena itu, akan dibuat TPS yang aman dari banjir.

“Kami sudah meminta PPK dan PPS untuk mengidentifikasi TPS yang rawan bencana banjir. Bahkan tidak hanya rawan bencana lainnya seperti longsor dan angin puting beliung dan banjir rob,” katanya, Senin (8/4).

Tak hanya melakukan pendataan TPS yang rawan bencana banjir, KPU juga meminta PPK dan PPS mencari dataran yang relatif tinggi untuk pembuatan TPS sehingga saat terjadi hujan dengan intensitas tinggi di wilayah yang rawan terjadi bannjir tersebut airnya tidak dapat menjangkau atau menggenangi TPS tersebut. Kemudian pihaknya juga akan menyiapkan tenda relatif besar dan sekaligus panggung untuk lokasi TPS berada di luar ruangan.

“Hal itu guna mengantisipasinya apabila tidak ditemukan tempat lain yang digunakan dalam pemungutan dan perhitungan suara di dalam pelaksanaan pemilu. Data TPS rawan bencana yang sudah masuk, di Desa SOjomerto, Kecamatan Gemuh, TPS 16 sampai TPS 20, ” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua KPU Kendal, Hevy Indah Oktaria, membenarkannya bahwa pihaknya sudah mengintruksikan kepada PPK dan PPS melakukan pendataan TPS yang rawan bencana banjir dan bencana lainnya. Oleh karenanya, KPU juga belum bisa memastikan secara jumlah TPS yang rawan bencana tersebut.

“Jumlah total ada 3.445 TPS. Untuk TPS rawan bencana masih didata. Misal, jika nanti terjadi bencana seperti banjir, maka tidak perlu kuatir, karena kami sudah instruksikan untuk membuat skenario TPS yang aman,” terangnya.

Dengan potensi itu, lanjut Hevy, bisa jadi nanti masih akan ada perubahan lokasi TPS yang menyesuaikan situasi jelang hari H. “Ya itu tadi, kalau terjadi banjir, maka mau tidak mau TPS harus dipindah ke tempat yang aman,” pungkasnya. (lid/RP)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.