Siswa SMA Islam Athirah Bukit Baruga Observasi Desa di Marioriwawo Soppeng

Rabu, 10 April 2019 - 07:41 WIB

FAJAR.CO.ID, SOPPENG — Tinggal di desa bersama orang tua asuh dapat memberikan pelajaran dan pengalaman berharga bagi para siswa. Melalui kegiatan observasi desa (village observation), para siswa dididik belajar hidup mandiri.

Selain itu, dengan tinggal di desa, mereka diajak bersosialisasi dengan masyarakat. Lebih jauh, para siswa akan mencoba melakukan pekerjaan yang dilakukan oleh penduduk desa.

Demikian yang melatarbelakangi siswa-siswi Kelas X SMA Islam Athirah Bukit Baruga mengikuti kegiatan observasi desa (village observation) di Desa Goarie, Kecamatan Marioriwawo, Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan.

Dalam acara pembukaan, Kepala SMA Islam Athirah Bukit Baruga M Ridwan Karim SPd MPd mengutarakan, siswa Athirah hendaknya bisa merasakan kehidupan desa. “Banyak orang hebat di tanah air kita yang berasal dari desa. Guru besar di universitas berasal dari desa,” katanya via rilis, Rabu (10/4/2019).

Kegiatan yang menjadi agenda tahunan bagi siswa kelas X ini bertema “Membentuk Kesalehan Pribadi dan Sosial Siswa SMA Islam Athirah Bukit Baruga”.Observasi desa berlangsung sejak Selasa (9/4/2019) hingga Sabtu (13/4/2019). Para siswa dibagi menjadi 18 kelompok. Satu kelompok terdiri dari 5-7 orang. Setiap satu kelompok tinggal di rumah warga.

Selama 5 hari, katanya, para peserta didik akan merasakan pekerjaan rutin masyarakat desa. “Seperti bertani, beternak, atau bercocok tanam. Kita harapkan, ananda bisa merasakannya. Kalau orang tua angkat pergi ke sawah, maka kita ikut merasakan bagaimana bercocok tanam. Rugi kalau kita tidak merasakannya,” papar Ridwan.

Di tempat yang sama, Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Soppeng Drs Sultan MPd membacakan sambutan Bupati Soppeng. SMA Islam Athirah dikenal banyak kalangan sebagai SMA yang bernuansa Islami yang mengutamakan pembangunan karakter pada siswanya.

“Mudah-mudahan selama berada di Kabupaten Soppeng, ananda bisa mengimplementasikan pendidikan karakter yang sudah diterima di sekolah. Mudah-mudahan dapat menjadi inspirasi pengembangan pendidikan karakter bagi kami sebagai pengelola pendidikan di Kabupaten Soppeng ini,” ungkapnya.

Walaupun setiap tahun pihak sekolah mengirim siswa, katanya, kami siap terima. Bupati Soppeng, kata Sultan, pada 2019 menggelontorkan dana sejumlah Rp10 miliar untuk beasiswa. Pihak pemerintah menyambut baik kehadiran para siswa.

Ketua Panitia village observation, Masruroh SPd menyampaikan, kegiatan ini diikuti 100 orang. Hari ini hadir 97 orang dan 3 orang akan menyusul. Guru pendamping berjumlah 22 orang. Jadi, total guru dan peserta sebanyak 122 orang,” katanya.

Pihak sekolah berharap, para siswa bisa mendapatkan ilmu. “Kami mohon doa agar kegiatan ini bisa berjalan lancar. Mudah mudahan para siswa bisa belajar bersama bapak ibu di desa ini, sehingga peserta didik dan pendamping bisa memperoleh ilmu,” katanya. (rls)

Loading...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.