TPS Rawan di Jogja Dipetakan, 15.448 Pengawas Dilibatkan

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, JOGJAKARTA – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Daerah Istimewa Jogjakarta(DIJ) memetakan Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang rawan. Hal ini dilakukan guna mengantisipasi munculnya konflik horizontal saat pencoblosan nanti.

“Terkait pencoblosan kami sudah ada indeks kerawanan. Kami juga akan menyusun TPS rawan, nanti 5 hari jelang hari H baru terdeteksi. Sekarang baru on proses,” kata Amir Nashiruddin, Komisioner Bidang Koordinator Pencegahan dan Hubungan Antar Lembaga, Bawaslu DIJ, Rabu (10/4).

Hasil deteksi TPS rawan itu nantinya akan disampaikan ke stakeholder terkait. Termasuk petugas kepolisian supaya ada antisipasi lebih.

Ketua Bawaslu DIJ, Bagus Sarwono menambahkan, pihaknya akan melibatkan setidaknya 15.448 orang untuk melakukan pengawasan saat pencoblosan nanti. “Harapannya bisa mengawasi proses demokrasi kita nanti,” katanya.

Pihaknya juga kerja sama dengan mahasiswa yang berjumlah sekitar 200 orang dalam pengawasan ke desa rawan politik uang. Selain itu juga dibantu pengawas pemilu sekitar 589 orang.

Dalam pemantauan yang dilakukan yakni mengawasi seluruh tahapan. Pengawas pemilu nanti berhak mendapat informasi selama kebutuhan itu untuk informasi publik. “Kewajiban pengawas pemilu jelas mematuhi aturan KPU dan menyampaikan laporan ke Bawaslu. Kami juga terus koordinasi dengan kepolisian,” ucapnya.

(JPC)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...