2019, Pertamina Gelontorkan Rp 2,8 T Buat Temukan Cadangan Migas Baru

Kamis, 11 April 2019 - 10:00 WIB

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Ditengah seretnya produksi minyak dan gas baru, PT Pertamina (Persero) melakukan pendekatan yang tidak biasa untuk meningkatkan cadangan perusahaan. Salah satu pendekatan yang dilakukan adalah program pengeboran dua kali lipat dari tahun lalu sejumlah 346 sumur.

Direktur Hulu Pertamina, Dharmawan H. Samsu menjelaskan Pertamina melalui anak usaha sektor hulu bergerak secara progresif untuk menemukan cadangan baru, baik didalam wilayah kerja yang ada maupun melalui upaya new venture yang difokuskan pada 5 area eksplorasi baru. Salah satunya adalah membuka akses wilayah kerja baru Maratua di wilayah Kalimantan Utara.

“Untuk eksplorasi lapangan baru, kami memiliki komitmen pasti investasi. Perseroan menyediakan dana investasi lebih dari USD 200 juta atau sekitar Rp 2,82 triliun untuk program seismik,” kata Dharmawan di Jakarta, Kamis (11/4).

Operasi pengembangan lapangan tersebut dilakukan untuk memastikan cadangan yang ditemukan bisa berubah menjadi produksi dan yang belum terbukti menjadi terbukti. “Cadangan yang belum dibor, akan dibor untuk membuktikan adanya cadangan Migas,” terangnya.

Pada 2019, total sumur yang menjadi prioritas ada 27 sumur eksplorasi di wilayah kerja eksisting dan 319 sumur eksploitasi. Pengeboran sumur tersebut akan menerapkan teknik yang non-tradisional. Upaya konsisten tersebut rupanya telah mulai membuahkan hasil. Pada Triwulan pertama 2019 Pertamina mencatat kinerja eksplorasi yang menggembirakan.

Anak perusahaan PT Pertamina Hulu Energi, Badan Operasi Bersama PT Bumi Siak Pusako-Pertamina Hulu (BOB PT BSP-Pertamina Hulu), berhasil menemukan cadangan minyak dari sumur Benewangi #J-01. Tajak sumur yang selesai pada awal 2019 ini punya rate 540 barel minyak per hari.

Khusus untuk pengembangan Benewangi, tambah Dharmawan, Pertamina Hulu Energi telah mengidentifikasi beberapa prospektif basement play yang berada di wilayah kerja sekitarnya dengan perkiraan prospective resources sekitar 500 MMBO. Prospek ini mempunyai petroleum system yang sejenis dengan Benewangi.

Selanjutnya, pada Februari 2019, PT Pertamina EP juga berhasil menemukan cadangan migas dari sumur Randuwangi di kawasan Subang Jawa Barat, yang diperkirakan sebesar 15 MMBOE. Pada kuartal ini Pertamina EP juga berhasil menemukan cadangan gas dan kondensat di area Pertamina EP Asset 4 di Kecamatan Toili, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah.

Menurut Dharmawan, penemuan sumur eksplorasi Morea-001 ini merupakan kelanjutan dari penemuan cadangan dari pemboran eksplorasi tahun lalu di struktur Wolai dengan contingent resources sekitar 250 miliar kaki kubik gas (BCFG) plus beberapa juta barel minyak (MMBO).

Penemuan cadangan Migas baru struktur Wolai tahun lalu dan dari struktur Morea saat ini, akan menjadi menambah keyakinan Pertamina dalam kegiatan eksplorasi baik seismik maupun pemboran, serta melaksanakan akselerasi dan sinergi program EOR (Enhanced Oil Recovery) demi menambah cadangan migas.

“Kami akan terus melaksanakan kegiatan eksplorasi hulu migas. Tahun ini kami juga mentargetkan untuk dapat menyelesaikan survei seimik 2D sebanyak 31,000 km di daerah frontier Indonesia, dan mulai menyiapkan survei seismik 3D di WK eksplorasi Maratua,” jelasnya.

Hal ini bertujuan untuk mendukung program pemerintah dalam meningkatkan cadangan migas dan menjaga keberlanjutan produksi nasional sekaligus ketahanan energi nasional,” pungkasnya.

(JPC)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.