Eksekusi Mati di Mesir Naik Drastis

  • Bagikan

FAJAR.CO.ID–Dalam laporan terbarunya, Amnesty International mengatakan, kecenderungan eksekusi hukuman mati menunjukkan penurunan. Tahun 2018 ada sedikitnya 690 eksekusi mati di lebih 20 negara.Dengan 690 eksekusi mati di lebih 20 negara pada 2018, angka pelaksanaan hukuman mati turun lebih 30 persen dibanding tahun 2017 (993 eksekusi mati), kata organisasi pemantau hak asasi Amnesty International dalam laporan terbarunya yang dirilis hari Rabu (10/4).Negara yang terbanyak melakukan eksekusi mati masih sama tahun-tahun sebelumnya: Tiongkok di peringkat pertama. Di peringkat dua sampai lima adalah Iran (253 eksekusi mati yang terdokumentasi), Arab Saudi (149 eksekusi mati), Vietnam (85) dan Irak (52).Angka eksekusi mati di Iran turun dari 507 tahun 2017, setelah UU Anti Narkoba diubah, sehingga angkanya turun sampai setengahnya pada tahun 2018. Tapi Iran tetap melakukan eksekusi pada terpidana mati yang masih di bawah 18 tahun.“Hukuman mati biadab dan tidak manusiawi, melanggar hak atas kehidupan dan bertentangan dengan semangat Deklarasi HAM PBB,” kata Sekjen Amnesty International Jerman, Markus N. Beeko.Dia selanjutnya menjelaskan, saat ini sudah dua pertiga negara di dunia yang menghapus hukuman mati atau melakukan moratorioum atas eksekusi mati. “Penurunan eksekusi mati yang terdokumentasi menunjukkan arah yang jelas. 142 negara saat ini tidak menerapkan lagi hukuman mati, tahun 1987 hanya 69 negara yang melakukan itu. Ini adalah perkembangan penting menuju dunia tanpa eksekusi mati,” kata Marcus N. Beeko.

  • Bagikan