Kementrian Pertanian Berikan Apresiasi Kepada Penyuluh Berprestasi

0 Komentar

MAKASSAR – Kementrian Pertanian memberikan apresiasi kepada penyuluh pertanian berprestasi dalam acara Penguatan Penyuluh dan Petani Andalan. Acara dengan Tema Temu Nasional Penyuluh Petani Andalan Menuju Lumbung Pangan Dunia 2045, dengan slogan Penyuluh Maju Petani Sejahtera itu digelar di GOR Sudiang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu Pagi (10/4)

Dihadiri kurang lebih 12.500 penyuluh dan petani andalan dari seluruh Indonesia itu juga dihadiri Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah, Anggota DPR Komisi 4 Andi Ridwan Wittiri, Anggota DPR komisi 9 Aliyah Mustika Ilham, Kepala BPPSDMP, Dirjen PSP, Dirjen Perkebunan, Kepala Badan Karantina, Kepala Badan Litbang, beberapa staf ahli menteri, Walikota Makassar Danny Pomanto, dan Wakil Bupati Maros A. Harmil Mattotorang.

Pada kesempatan itu Menteri Pertanian Amran Sulaiman memberikan hadiah perjalanan ke luar negeri untuk studi banding kepada 7 orang perwakilan yang berasal dari Papua, Aceh, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Maluku, Sulawesi Barat dan Kalimantan.

Dalam sesi wawancara Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengatakan telah melakukan pertemuan PPL se Indonesia dan memberikan penghargaan kepada yang berprestasi. Mentan kemudian menyampaikan capaian selama 4,5 tahun dirinya menjabat.

“Inshaa Allah teknologi baru kita akan terapkan. Kita akan melakukan edukasi kepada masyarakat seluruh Indonesia. Intinya adalah bagaimana menyampaikan bahwa transformasi dari pertanian tradisional dan moderen betul-betul sudah dilaksanakan 4 tahun selama pemerintah Jokowi-JK, sehingga kedepan kita lanjutkan karena telah menunjukan hasil yang signifikan,” kata Amran.

“Dulu ekspor kita 33 juta ton pada tahun 2018 naik menjadi 42 juta ton, naik kurang lebih sebesar 10 juta ton dan ini kebanggaan kita semua. Ini adalah hasil kerja kita semua dibawah pemerintahan Jokowi-JK,” ujar Amran.

Ditanya tentang petani millenial, Amran mengatakan petani millenial telah dibentuk dan ada 500 ribu orang yang sudah bergabung seluruh Indonesia. “Ada yang bergabung 500 ribu orang karena kita menggunakan teknologi moderen sehingga mereka rame rame untuk bertani, sekarang kami selalu ada slogan “Mau Kaya Bertani”. Yang konglomerat Indonesia ada 10 dan ada 8 konglomerat dari sektor pertanian,” ujar Amran.

Pada akhir acara Kementrian Pertanian RI memberikan sejumlah penghargaan kepada para penyuluh maupun petani yang berprestasi salah satunya adalah Abidin Manajer dari UPJA (Usaha Pelayanan Jasa Alsintan) Mandiri dari Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur.

Ketika ditanya bagaimana perasaannya mendapat penghargaan dari Kementrian Pertanian RI, Abidin mengatakan dirinya sangat bangga dan senang setelah ikut kegiatan lomba yang diadakan oleh Kementrian Pertanian RI. “Kami berterima kasih kepada Kementrian Pertanian. Dengan adanya ini kami semakin dapat meningkatkan pelayanan usaha jasa alsintan khususnya didunia pertanian,” ucap Abidin

Abidin menambahkan “Anak anak muda kita rangkul dengan adanya teknologi yang diberikan Kementerian Pertanian, anak anak muda semakin gemar, semakin giat, semakin aktif di dunia pertanian,” ujarnya.

“Dulu sebelum ada alat pertanian, anak anak muda itu enggan untuk terjun kedunia pertanian karena merasa malu merasa gengsi, kalau sekarang sudah tidak lagi, karena kita disana sekarang sudah dengan teknologi semua” ujar Abidin

Dengan adanya apresiasi dari Kementan dan dukungan Dinas Pertanian Kabupaten Sikka khususnya dari Kementrian Pertanian, kata Abidin, upaya untuk memenuhi kebutuhan petani di desa semakin meningkat khususnya dari pengolahan pasca panen.

“Kami juga berharap semoga kedepannya kami tetap diberikan perhatian terutama dibidang alat-alat pertanian. Daerah kami adalah daerah kering, masih banyak membutuhkan alat pertanian seperti mesin pompa dan jaringan irigasi. Kami ingin menjadi bagian dari swasembada pangan di Indonesia,” ujar Abidin.

Direktur Alsintan Kementrian Pertanian Andi Nur Alamsyah mengatakan antusiasme para penyuluh ini adalah modal besar, seperti arahan menteri untuk mengembangkan pertanian moderen. “Kedepannya kita akan mengembangkan traktor yang sudah autonomus, sehingga sudah bisa bergerak sendiri. Dengan acara ini mudah-mudahan para penyuluh ini bisa membimbing para petani sehingga moderenisasi yang dicita-citakan pak menteri bisa tercapai lebih cepat,” kaya Andi Nur Alamsyah.

“Tentu dengan acara ini ada saling pertukaran informasi diantara mereka, kemudian dari direktorat jenderal teknis juga bisa menyampaikan program-program utama yang dilakukan pertanian sehingga lebih cepat sampai kepada petani” ucap Andi Nur Alamsyah

Dirjen PSP Kementrian Pertanian Sarwo Edhy mengatakan dirinya sangat mengapresiasi acara ini karena mewakili seluruh Indonesia. “Kita undang perwakilan-perwakilan penyuluh dari setiap provinsi sehingga diharapkan tujuan dalam pembangunan pertanian ini bisa disosialisasikan, bisa disampaikan ke seluruh petani di Indonesia yang berjumlah kurang lebih 132 juta petani,” kata Sarwo Edhy.

“Kami dari Direktorat Jenderal PSP Kementrian Pertanian tetap mendukung sebagai pihak fasilitasi. Sebagai Diektorat Jenderal pendukung untuk semua komoditas yang ada di Kementrian Pertanian, baik itu di tanaman pangan, seperti padi, jagung, kedelai, hortikultura, cabe bawang, buah buahan juga komoditas lainnya. Juga komoditas perkebunan, juga dari komoditas perternakan, jadi kita memfasilitasi apa yang mereka butuhkan”.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment