KPU DIJ Imbau Mahasiswa Pulang Kampung

Kamis, 11 April 2019 - 14:51 WIB

FAJAR.CO.ID, JOGJAKARTA – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ) mengakui ada banyak mahasiswa yang terancam tak bisa menggunakan hak suara di Pemilu 2019. Hal itu sesuai putusan Mahkamah Konstitusi (MK). Untuk itu, para mahasiswa diimbau pulang kampung untuk dapat menyalurkan aspirasi pada 17 April mendatang.

Kepala Divisi Perencanaan, Data, dan Informasi KPU DIJ Wawan Budiyanto mengatakan, putusan MK menyatakan pemilih yang ingin pindah nyoblos harus mengajukan permohonan paling lambat 7 hari sebelum pemungutan suara. Namun hanya untuk pemilih dengan kondisi tak terduga. Yakni karena sakit, tertimpa bencana alam, tahanan, atau orang yang sedang menjalankan tugas.

“DIJ ini kan kota pelajar. Mahasiswa reguler (tanpa surat tugas dari lembaga terkait) cukup banyak. Sebenarnya mereka tak kehilangan hak pilih. Kan (saat pencoblosan) hari libur, kami harap mereka bisa pulang untuk bisa menggunakan hak pilihnya,” imbau Wawan ditemui di kantornya, Kamis (11/4).

KPU telah berupaya maksimal agar para mahasiswa yang ingin pindah nyoblos untuk mengurus formulir A5. Sosialisasi di kampus-kampus juga sudah dilakukan.

Seperti diketahui, MK telah mengabulkan uji materi Pasal 210 ayat (1) UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu. Khususnya pemilih yang ingin pindah tempat pemungutan suara (TPS). “Untuk mereka yang mengurus A5 dilayani sampai H-7,” imbuh Wawan.

Per 17 Maret 2019, calon pemilih yang menggunakan formulir A5 sudah dimasukkan dalam Daftar Pemilih Tambahan (DPTb). Ada sebanyak 45 ribu pemilih yang sudah terdata. “Jumlah ini sudah cukup luar biasa. Karena pada Pemilu 2014 hanya 17 ribu,” ungkap Wawan.

Angka 45 ribu masih akan berubah setelah setiap kabupaten dan kota di DIJ melakukan rekap data pada Kamis ini. Menyesuaikan data baru pengurusan formulir A5 hingga Rabu (10/4). “Surat suara untuk pemilih tambahan sudah kami siapkan. Di Sleman ada 1 tambahan TPS,” ucapnya.

(JPC)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.