Tekan Pengangguran, Mamuju Perlu Peningkatan SDM

Kamis, 11 April 2019 - 10:49 WIB

FAJAR.CO.ID, MAMUJU — Pengangguran masih menjadi permasalahan di provinsi ke 33 ini. Solusinya tidak cukup dengan memperluas kesempatan kerja (lowongan kerja) namun perlu mendorong kapasitas Sumber Daya Manusia agar memiliki daya saing.

Begitu pemikiran Ketua Komisi II DPRD Mamuju Febrianto Wijaya. Pria yang akrab disapa Anto, mengatakan, khususnya di Mamuju, sudah paham betul masalah yang dihadapi rakyat. Apalagi sekaitan dengan pengangguran.
Dia yang kini terus mengembangkan usaha perhotelan dan Mall telah membuktikan bukan hanya bisa menggerakkan roda perekonomian daerah, tetapi juga mempekerjakan ribuan warga lokal.

“Peran faktor ekonomi itu sangat besar maksudnya, mampu menuntaskan pengangguran di Mamuju. Dari situlah kita bisa berkembang,” ujar politis Demokrat itu.

Namun, masyarakat tidak melulu harus menunggu terbukanya peluang kerja. Melainkan mengembangkan diri, berpikir positif, mengasah kreativitas, hingga mau menjadi pengusaha dan menekan pengangguran di Mamuju. Itu dapat terwujud apabila disertai dengan SDM yang mumpuni. Inilah yang menjadi komitmennya, memajukan Mamuju dengan fokus menata SDM

“Bapak saya berpesan, bahwa biar mau runtuh, hancur, bagus, dan mau istimewah kota Mamuju jangan pernah tinggalkan. Juatru buatlah lebih besar pengabdianmu untuk membangun kotamu tercinta, dimana bumi berpijak disitulah kamu junjung,” tutur Anto.

Atas dasar itu pula, dirinya kembali bertarung pada Pileg 2019, dengan visi, tetap konsisten mengabdi kepada masyarakat di Mamuju. Berbagai sektor yang menjadi perhatian, antara lain, mengawal pemerintahan yang bersih, pembangunan infrastruktur, pertanian, Mamuju Mapaccing. Pengentasan kemiskinan dengan menyasar warga pesisir dan petani.

Mantan pemain PSM Makassar ini pun menaru perhatian terhadap pengembangan generasi muda, harapannya, generasi muda di Mamuju selalu berpikiran positif dan menghindari hal hal yang dapat merusak, seperti mengomsumsi Narkoba.

Sektor pendidikan, termasuk mengawal pemenuhan hak anak di Mamuju melalui program seragam sekolah dan biaya sekolah gratis, beasiswa kurnag mampu, serta memperjuangkan hak para tenaga kontrak dan honorer. Selain itu, memperjuangkan pelaku ekonomi kretif, hak olahragawan seni budaya dan kepemudaan. Dari sekian visi itu, Febrianto tidak lupa mengajak masyarakat senantiasa menjaga kerukunan umat beragama.

“Saya yakin warga Mamuju hebat-hebat, kreatif, komitmen serta ramah itulah tipikal warga Mamuju. Opsi saya membangun Mamuju itu, membangun manusia dengan baik tampil percaya diri, kreativitas dan sampai bisa dikenal dunia. Saya sudah bangga sekali karena aset terbesar Mamuju adalah manusianya,” tutupnya. (sal)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.