80 Persen Pelanggar Tilang Elektronik di Solo Tak Sesuai Alamat

Jumat, 12 April 2019 - 09:45 WIB

FAJAR.CO.ID, SOLO – Satlantas Polresta Solo mencatat hanya 20 persen pelanggar tilang elektronik atau Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) yang data kendaraannya sesuai dengan alamat. Sedangkan sisanya atau 80 persen tidak sesuai. Hal ini diketahui setelah Satlantas melayangkan surat konfirmasi kepada para pelanggar usai terdeteksi melakukan pelanggaran lalu lintas.

“Berdasarkan hasil evaluasi yang sudah kami lakukan, selama lebih kurang satu bulan penerapan ini ada 45 pelanggar. Tetapi hanya 20 persen saja yang sesuai alamatnya. Karena setelah kami layangkan surat, mereka datang untuk melakukan klarifikasi,” terang Kasatlantas Polresta Solo Kompol Imam Safi’i, Jumat (12/4).

Dengan begitu, surat-surat para pelanggar terancam diblokir. Jika diblokir, mereka tidak bisa membayar pajak kendaraan.

Mengikuti aturan yang ada, para pelanggar hanya diberikan kesempatan selama tiga hari untuk melakukan klarifikasi terkait pelanggaran yang dilakukan. Jika melebihi batas waktu tersebut, otomatis surat mereka langsung diblokir.

“Ya kalau tidak melakukan klarifikasi maka mereka terancam diblokir,” ungkpanya.

Ditanya mengenai jumlah kamera pengawas yang dipasang, untuk saat ini masih di lima titik saja. Di antaranya Kerten, Tugu Wisnu Manahan, Proliman dan juga di Banyuanyar.

Tetapi, ke depan pihaknya akan memperbanyak jumlah kamera pengawas hingga di 30 titik. Hal ini ditujukan untuk menekan pelanggaran lalu lintas dan juga untuk menekan angka kecelakaan.

“Kalau sekarang memang masih di lima titik, tapi ke depan akan kami perbanyak sampai di 30 titik,” pungkasnya.

(JPC)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.