Bawaslu: Wilayah Pelosok Rawan Politik Uang

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, JOGJAKARTA – Wilayah desa dan pelosok dipetakan menjadi daerah yang mempunyai kerawanan tinggi terhadap politik uang. Dalam melakukan pencegahannya, pengawas pemilu akan melakukan patroli pengawasan.

Komisioner Divisi Penindakan Pelanggaran, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Daerah Istimewa Jogjakarta(DIJ), Sri Rahayu Werdaningsih mengatakan, terjadinya politik uang dilihat dari segi wilayah yakni yang berada di desa, gunung atau jauh dari jangkauan.

“Tingkat ekonominya dan pendidikannya tak tinggi, itu sangat berpotensi terjadi politik uang. Kemudian dari sisi pelaku titik rawannya di caleg, baik DPD maupun DPRD. Ini baru potensi. Harapannya tak terjadi,” katanya, saat dihubungi Jumat (12/4).

Penyelenggaraan Pemilu diharapkan tetap dengan sistem proporsional terbuka. Caleg yang terpilih atau tidak berdasarkan perolehan suara terbanyak. “Penyebabnya (politik uang) karena adanya kompetisi. Tidak hanya antar partai, tapi juga internal partai,” ucapnya.

Dalam rangka pencegahan adanya politik uang itu pihaknya merencana berpatroli pengawasan. Upaya ini akan dimulai pada Sabtu (13/4) dengan diawali apel terlebih dahulu. “Mulai besok kami ada apel siaga pengawasan pagi. Setelah itu semua pengawas pemilu hingga tingkat desa langsung melakukan pengawasan. Kabupaten dan kota, bersih-bersih APK (Alat Peraga Kampanye) juga melakukan patroli pengawasan,” ucapnya.

Dari catatannya sampai saat ini sudah ada 40 dugaan pelanggaran. Sebanyak 2 di antaranya sudah diputus pengadilan. “Dari 2 itu salah satunya politik uang di Kabupaten Bantul. Satunya tak bisa dilanjutkan karena kekurangan alat bukti dan tak memenuhi unsur,” pungkasnya.

(JPC)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...