Ditemukan Alat Kontrasepsi Bekas, Pembunuh di Wisma Benhil Pakai Identitas Palsu

Jumat, 12 April 2019 - 09:16 WIB

FAJAR.CO.ID–Hingga Jumat pagi (12/4), Polsek Panakkukang masih menyelidiki identitas perempuan yang ditemukan tewas dalam kamar sebuah hotel di Jalan Toddopuli Raya, Makassar. Mrs. X tersebut diduga dibunuh, lantaran terdapat 27 luka tusukan di sekujur tubuhnya.

“Sampai saat ini kami masih mendalami motif sekaligus indikasi pelaku dalam kasus ini,” terang Kapolsek Panakkukang, Kompol Ananda Fauzi Harahap.

Klik Polling Capres-Cawapres 2019 Jagoan Anda

Korban awalnya ditemukan di dalam kamar lantai dua oleh salah seorang petugas hotel bernama Irfan, 21. Saat itu, Irfan hendak membersihkan kamar tersebut. Sebab di dalam daftar, tamu kamar sudah check out. Bahkan kunci kamar juga telah diserahkan ke resepsionis.

Namun, saat membuka pintu kamar, Irfan menemukan korban dalam keadaan yang mengenaskan. “Kondisi mayat saat ditemukan tertimpa dua buah bantal dan satu kursi,” ujar Ananda.

Hasil olah TKP yang dilakukan hingga pukul 21.00 WITA menunjukkan adanya luka tusukan benda tajam. Polisi juga menemukan sejumlah alat bukti lain. Di antaranya seperti pakaian berlumuran darah, aksesori pribadi korban, dan alat kontrasepsi yang telah dipakai. Kontrasepsi itu ditemukan di dalam kerangjang sampah.

Polisi tampaknya masih kesulitan mengungkap dugaan pembunuhan ini. Korps Bhayangkara masih belum tahu dengan siapa korban menginap. Selain itu, nama penyewa kamar yang tercantum di buku tamu diduga identitas palsu.

“Masih belum bisa kami simpulkan. Kami masih menyinkronkan antara fakta dan data yang ditemukan di lapangan. Modus operandinya juga belum bisa secara detail karena masih butuh kelengkapan alat-alat bukti,” terang Ananda.

Kendati begitu, pihaknya tetap berupaya maksimal untuk mengungkap dalang di balik kasus ini. Salah satu yang menjadi fokus dalam penyelidikan adalah memeriksa rekaman CCTV hotel.

“Sampai saat ini kami masih menganalis CCTV tersebut. Kami cari tahu apakah pelaku terdeteksi di rekaman CCTV atau tidak,” kata perwira polisi dengan satu melati di pundak tersebut. (jp)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *