Kantor Go-Jek di Jogja Ditutup Sementara, Ini Penyebabnya

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, JOGJAKARTA – Operasional kantor Go-jek Jogjakarta ditutup sementara karena imbas dari aksi driver taksi online yang diklaim tidak berizin di halaman kantornya. Penutupan ini terhitung mulai Jumat (12/4) hingga batas waktu yang tak ditentukan.

Michael Say, VP Corporate Affairs Go-jek Indonesia mengatakan, pihaknya meminta maaf kepada ribuan mitranya yang tidak mengikuti aksi ini dan memilih untuk terus mencari nafkah bagi ia serta keluarganya. “Hal ini penting untuk dilakukan agar kami dapat menjaga suasana tetap kondusif jelang Pilpres dan Pileg mendatang, utamanya di Jogjakarta,” katanya dalam keterangan tertulisnya kepada JawaPos.com (Grup Fajar), Jumat (12/4).

Ia juga menegaskan pihaknya selalu membuka ruang diskusi 2 arah. Baik antara mitra pengemudi dan manajemen melalui Kopdar Mitra Go-Jek, dimana mitra bebas menyampaikan aspirasi dan masukan. “Dalam aksi yang terjadi dalam beberapa hari ini pun, kami telah memberikan kesempatan bagi driver taksi online tersebut untuk berdiskusi dengan manajemen Go-jek. Baik itu dari Jawa Tengah dan Kantor Pusat, namun ditolak sehingga tidak pernah mendapatkan titik temu,” katanya.

Pihaknya juga siap untuk berdiskusi kepada seluruh mitra yang menyampaikan aksi. Tanpa aksi itupun, lanjutnya, seluruh aspirasi mitra selalu ditampung.

“Semangat kami dari pertama kali beroperasi di Jogjakarta sampai dengan sekarang masih tetap sama. Yakni agar melalui teknologi yang kami kembangkan seluruh mitra dapat memiliki peluang untuk mendapatkan penghasilan tambahan,” ucap Michael.

Untuk pertanyaan yang akan disampaikan dari mitra di Jogjakarta sementara ini bisa menghubungi driver car unit. Yakni di nomor (021) 50233200.

Sebelumnya diketahui, mulai Selasa (9/4) driver taksi online yang tergabung dalam Front Independen Driver Online Indonesia (FI) melakukan aksi tuntutan di depan kantor Perwakilan PT Karya Anak Bangsa DIJ, Giwangan, Kota Jogjakarta. Mereka memprotes kebijakan penyedia jasa Go-jek yang dianggap memberatkan.

Seperti pemutakhiran atau pemutihan data akun mitra. Kedua, menghapuskan sistem peringkat dan alokasi order. Ketiga, mengembalikan jumlah poin skema insentif di wilayah DIJ dan Jateng, dan meninjau ulang perjanjian kemitraanyang lebih berazaskan kesetaraan dan keadilan. Dalam aksi yang dilakukan berupa mogok makan oleh 2 pengemudi Ojol yakni Sabar Gimbal dan Andi Kartala.

Menanggapi penutupan sementara operasional kantor Go-jek di Jogjakarta, salah seorang driver bernama Atin, 33, warga asal Sedayu, Kabupaten Bantul mengaku cukup kecewa atas aksi itu. “Kalau kantor ditutup, nanti mengurus apa-apa jadi sulit. Misal ketika minta jaket, helm, atau mengurus akun suspend. Saya harap ya segera dibuka,” kata pria yang sudah menjadi driver online sejak 2016 ini.

(JPC)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...