Kawasan Ekonomi Khusus Dinilai Lamban

Jumat, 12 April 2019 - 13:36 WIB

FAJAR.CO.ID, MAMUJU — Upaya Pemprov Sulbar dalam mendorong terbukanya Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Kecamatan Kalukku, Mamuju, dinilai lamban. Kawasan kota baru itu belum rampung dalam pembahasan nasional.

Anggota DPD RI perwakilan Sulbar, Iskandar Muda Baharuddin Lopa, mengatakan, tahun ini Sulbar tidak dapat APBN untuk itu. “Sudah tiga tahun ini, usulan tidak kelar di pusat,” ujarnya, Kamis (11/4/2019) kemarin.

Sesuai rapat di Komisi IV DPD RI, tahun ini ada lima provinsi yang dapat dorongan peningkatan KEK. Namun, Sulbar kembali tidak masuk kategori yang bisa dikembangkan.

Maka dari itu, kata dia, pemerintah daerah harus fokus dan serius. Dalam perencanaan harus sesuai di lapangan.

Gubernur Sulbar, Ali Baal Masdar, mengutarakan, untuk KEK pihaknya tidak mendorong hanya dari pemerintah. “Tetapi kita juga telah melibatkan pihak investor, seperti Amarik dan Dubai,” bebernya.

Untuk Investor asal Amerika fokus ke properti dan perkantoran. Sementara, Dubai pada penampungan minyak. “Kedua investor ini juga sudah memiliki anggaran yang bisa diinvestasikan, sesuai yg dipaparkan di kami,” ucapnya. (sal)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *