Kebakaran Ruko di Medan, 2 Orang Tewas 8 Luka-luka

Jumat, 12 April 2019 - 02:03 WIB

FAJAR.CO.ID, MEDAN – Api melahap empat buah rumah toko (ruko) yang berada di Jalan Kruing, Medan Petisah, Kamis (11/4) petang. Peristiwa tersebut menelan dua korban jiwa dan delapan korban luka-luka.

Informasi yang diperoleh, sumber api diduga berasal dari ledakan tabung gas elpiji 15 kilogram milik seorang pedagang. “Ada suara ledakan dan langsung keluar api,” ujar Wina, 25, karyawan swalayan saat di lokasi kejadian, seperti dilansir dari JawaPos.com.

Ia melanjutkan, api yang menjalar dengan cepat. Bahkan, asbes syalawan tempat dirinya bekerjapun dilahap api. Namun, ia tidak mengetahui secara pasti dari mana api berasal. Akibat peristiwa itu, empat ruko mengalami rusak parah.

Sementara itu, Kapolrestabes Medan Kombes Dadang Hartanto mengungkapkan, 10 orang korban terdiri dari delapan orang dewasa yang mengalami luka-luka. Sedangkan dua korban tewas masih berusia 7 dan 10 tahun.

“Korban delapan orang dewasa dan sudah dibawa ke Rumah Sakit Royal Prima dan Advent. Sedangkan yang anak-anak berumur 10 dan 2 tahun dibawa ke Rumah Sakit Royal Prima Medan,” jelasnya.

Identitaas para korban diantaranya, Rahmat Effendi, 43; Nurmala Dewi,37, yang merupakan istrik korban Rahmat pemilik Sate Kerang. Kemudian,Tria, 24; jenis kelaim perempuan; Forina Wati; Frasiska Natalia; para korban ini dirawat di Rumah Sakit Royal Prima, Medan. Sedangkan dua korban meninggal diketahui bernama Eren, 7, dan Jafier 10 tahun.

Dadang melanjutkan, berdasarkan pengecekan yang dilakukan oleh Labfor Polri Cabang Medan; Brimob; Basarnas; Pemadam Kebakaran dan pihak PGN diketahui masih ada gas disekitar lokasi kejadian.

Namun, meskipun begitu, Dadang mengungkapkan, pihaknya masih menunggu hasil dari Tim Labfor untuk mengetahui penyebab utama ledakan. “Nanti kita tunggu hasil dari Tim Labfor,” ujarnya.

Sementara itu, Sales Area Head PGN Medan, Saeful Hadi mengungkapkan, fasilitas gas di lokasi aman. Dugaan sementara ledakan berasal dari tabung gas elpiji.

“Jadi saya kebetulan di lapangan, dari pemeriksaan saya fasilitas gas aman dan mereka juga menggunakan LPG 3 kg dan 12 kg. Sepertinya ini penyebabnya, tapi kita masih tunggu hasil penyelidikan polisi dulu,” ujarnya singkat.

(JPC)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.