Lima Anggota DPR Ini Dipastikan Kembali Terpilih

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Tinggal menghitung hari pesta demokrasi lima tahunan dimulai. Para calon legislatif dan Calon Presiden mulai menggelar kampanye untuk meyakinkan masyarakat untuk dipilih.

Dari hasil survey yang dilakukan oleh beberapa lembaga survey Pemilu mengakui, para Anggota DPR-RI yang kembali mencalonkan diri ulang belum sepenuhnya aman, meski popularitas mereka tinggi.

Direktur ETOS Indonesia Institut Iskandarsyah menuturkan, dari seluruh Anggota DPR-RI yang kembali mencalonkan diri ulang, hanya ada beberapa yang sudah dipastikan kbali terpilih. Dikatakan Iskandarsyah, dari hasil survey yang dilakukan oleh ETOS ada lima orang yang sudah dipastikan kembali terpilih, yakni Ketua DPR-RI Bambang Soesatyo dari Partai Golkar, Effendi MS Simbolon dari PDI Perjuangan, Dede Yusuf dari Partai Demokrat, Michael Wattimena dari Demokrat dan Sufmi Dasko Ahmad dari Gerindra.

“Bambang Soesatyo 20,6%, Effendi MS Simbolon 19,1%, Dede Yusuf 17,3%, Michael Watimena 15,6%, Sufmi Dasko Ahmad 16,1% dan lain-lain 11,3%,” kata Iskandarsyah kepada wartawan, Kamis (11/4).

Menurut Iskandarsyah, tingkat partisipasi pemilih mengalami turun naik sejak Pemilu 1999, 2004, 2009 dan 2014 dan kemungkinan besar hal tersebut tak akan terjadi pada Pemilu 2019 nanti.

“Fakta tersebut bukan tidak mungkin akan berbalik ketika massa pemilih memiliki minat memilih
kembali dikarenakan faktor calon anggota legislatifnya,” ucapnya.

“Munculnya kecenderungan responden akan melakukan pilihan pada anggota DPR-RI, yang saat ini masih menjabat dan mencalonkan diri kembali. Anggota DPR-RI dari Partai Demokrat dan Partai Gerindra sejumlah 3 (tiga) orang terpilih dalam, hasil survey dan Anggota DPR-RI dari Partai Golkar dan dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan
adalah anggota DPR-RI yang masih menjabat, dan masih dianggap layak dipilih kembali oleh responden,” sambungnya.

Dikatakan Iskandarsyah, kelima Anggota DPR-RI memiliki tingkat keterpilihan kembali sangat tinggi, dimana dari hasil survey yang dilakukan di kota-kota besar, dimana masyarakat pemilih rasional (rational voters) yang memiliki tingkat pendidikan baik, tingkat penerimaan informasi yang cukup baik, dan tingkat ekonomi yang baik bertempat mayoritas tinggal, pilihan lebih sering mereka jatuhkan berdasarkan rasionalitas dengan mempertimbangkan faktor portofolio dan track-record calon anggota dewan.

“Sumber informasinya lebih mudah mereka serap, dan dapatkan di komunitas seperti ini agak sulit bagi calon debutan baru untuk muncul secara ekstrim, kecuali ada faktor luar biasa yang ditimbulkan,” jelasnya.

Jumlah sampel sekitar 1.000 responden dan berdasar jumlah sampel ini diperkirakan margin of error sebesar + 3% pada tingkat kepercayaan 90%. Responden terpilih diwawancarai lewat tatap muka oleh pewawancara yang telah dilatih. Selain itu, waktu wawancara lapangan pada 15 Juli 2018 – 10 Agustus 2018. (RGR/Fajar)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment