Pemilik Dilarang Membangun dan Urus Sertifikat, Perda RTH Lutra Rugikan Warga

Jumat, 12 April 2019 09:35

FAJAR.CO.ID, MASAMBA — Ruang terbuka hijau bagian perkotaan di Kelurahan Baliase dan Bone Tua, Kecamatan Masamba masih bermasalah. Pemilik dilarang menggunakan lahan ruang terbuka hijau sebagai tempat bisnis.Pemilik Lahan, Nursaeni mengatakan, sudah 20 tahun sudah dijanji. Dulu Rp150 ribu. Tapi mau dibayar Rp20 ribu masih pak Luthfi. Perda lima tahun kadaluarsa,” kata Nuraeni kepada FAJAR, Kamis, 11 April 2019.Warga tawarkan opsi. Kalau memang mau bayar dulu dua orang. Setelah tahun berikutnya, dibayar lagi. Intinya bukan warga tidak mau. Pemilik ingin harga sesuai pasaran. Harganya Rp1 juta per meter.Warga tidak dibolehkan membangun. Kemudian, urus sertifikat juga tidak dibolehkan. Mau dijual tak boleh. Hanya membayar PBB. Pemerintah maunya apa. ”Kita bayar pajak tapi tidak bisa digunakan,” paparnya.Sejak awal perda penetapan lokasi RTH ini telah ditolak warga. Warga protes ke DPRD Luwu Utara. Hanya saja, DPRD malah langsung ketuk palu penetapan perda.”Waktu diukur masih ranperda. Irham waktu itu Sekwan. Masa dibayarkan Rp280 ribu per meter. Depannya sudah dibeli orang Rp1,3 juta per meter,” tuturnya.Saat rapat dengar pendapat di DPRD Luwu Utara disekapati nilai harga jual dikeluarkan tim apresial dinilai tidak tepat. “Jauh dari nilai jual. Dewan sudah sudah kunjungan konsultasi ke tim apresial Makassar. Tapi tidak ada hasilnya,” ujarnya lagi.

SPONSORSHIP

Komentar


VIDEO TERKINI