Prabowo Rilis 80 Nama Yang Bantu Dirinya Jika Terpilih Jadi Presiden, Ini Diantaranya

Jumat, 12 April 2019 - 21:40 WIB

FAJAR.CO.ID, SURABAYA – Ada 80 nama yang dibacakan oleh Calon Presiden (Capres) nomor urut 02 Prabowo Subianto saat kampanye akbar yang digelar di Surabaya, Jumat (12/4). Nama yang disebut Prabowo merupakan tokoh-tokoh ternama di Indonesia. Nama-nama itu, nantinya akan membantu Prabowo jika terpilih menjadi Presiden Republik Indonesia.

Dari nama-nama itu, ada nama Wakil Ketua Komisi 2 DPR RI, Ahmad Riza Patria; Mantan Menteri Hukum dan HAM, Amir Syamsuddin dan Mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan.

Selain itu, ada juga Mantan Panglima TNI Jendral (Purn) Gatot Nurmantyo; Ketua Komisi 9 DPR RI, Dede Yusuf; Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon dan masih banyak lagi.

Dihadapan pendukungnya di Surabaya, Prabowo mengatakan, mereka juga akan mengemban tanggung jawab mewujudkan misi swasembada pada sejumlah aspek. Yakni, swasembada pangan, air, dan swasembada energi.

Mantan Danjen Kopasus itu menilai, misi pemerintahannya tersebut sudah sesuai dengan sejumlah tantangan yang dihadapi Indonesia saat ini. Antara lain, kekayaan Indonesia mengalir ke luar negeri. Kebocoran hasil kekayaan dalam negeri, ketimpangan kondisi ekonomi masyarakat, dan masalah cuaca.

“Solusinya, kami akan mencukupi kebutuhan pangan, kebutuhan bahan bakar, dan air bersih kita sendiri. Rakyat harus cukup makan dengan harga terjangkau. Rakyat kurang pekerjaan baik, harus kita yakinkan, bahwa rakyat kita punya pekerjaan yang baik,” kata Prabowo di Dyandra Convention, Surabaya, Jumat (12/4).

Prabowo yakin dengan pilihannya. Dia mengklaim, dari 80 nama itu sejumlah ahli, pakar, dan orang-orang terbaik lainnya. Mereka, lanjutnya, juga datang dari pelbagai latar belakang, partai, dan karakter masing-masing.

“Prabowo ini manusia biasa, otaknya terbatas. Tapi punya seni kepemimpinan. Jadi, kalau pemimpin mau berhasil, dia harus mencari the best and the brightest,” jelasnya.

Meski mungkin tidak pernah mendapat predikat terbaik, Prabowo yakin dengan pilihannya. Menurutnya, justru yang tidak pernah mendapat penghargaan internasional itu adalah yang paling setia kepada negara.

“Mereka adalah putra-putri terbaik bangsa ini. Mereka yang mau ikut barisan akal sehat. Jadi, kami menerima mandat. Inilah orang-orang yang akan membantu saya,” tandasnya.

(JPC)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.