PT KCI Masih Operasikan Kereta Produksi 80-an

Jumat, 12 April 2019 - 06:25 WIB

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Kereta Rel Listrik (KRL) saat ini menjadi angkutan primadona bagi para komuter. Dengan peningkatan layanan, jumlah penumpang KRL pun juga terus meningkat.

Namun sayangnya operasional KRL belakangan ini seringkali mengalami gangguan. Salah satu penyebabnya yakni lantaran usia kereta yang sudah mencapai puluhan tahun. Bahkan ada yang diproduksi pada tahun 1980.

Direktur Teknik dan Pemeliharaan PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) John Roberto mengatakan, PT Industri Kereta (INKA) selaku produsen kereta api belum memproduksi commuterline. Sehingga pihaknya harus mengimpor kereta dari Jepang.

“Makanya dibutuhkan perawatan rutin dan berkala. Di sini kami tempatkan di tiga titik untuk merawat commuterline setiap harinya,” kata John, Kamis (11/4).

Saat ini, PT KCI mengoperasikan 10 seri kereta metro, dengan umur tertua yakni produksi tahun 1980-an. Meski berumur tua, tapi kereta itu masih layak beroperasi.

John menambahkan listrik menjadi masalah klasik dalam operasional KRL. Gangguan yang terjadi didominasi karena listrik, karena memang operasional KRL sangat tergantung dengan listrik.

Menurutnya jika sistem kereta mati bisa di-reset maksimal tiga kali. Namun tetap saja hal itu tak berdampak signifikan, sebab keterlambatan kereta menyebabkan efek domino bagi perjalanan kereta.

Bahkan menurutnya beberapa seri kereta yang masih digunakan, kini sudah tak diproduksi lagi oleh pabrikannya di Jepang. Alhasil, KCI harus mengadakan perjanjian dengan beberapa pabrik kereta lainnya untuk menyiapkan suku cadang. Ada tiga pabrikan, yakni JAIS, Metro, dan Tokyo.

“Ada tiga seri yang kerap gangguan, yakni seri 1.000, 6.000, dan 8.000,” tambahnya.

Dari tiga seri itu, John mengatakan sedikitnya ada 40 persen kereta yang saat ini beroperasi di Jabodetabek. Sebagian dari itu rencananya akan dipensiunkan.

Sebagai gantinya, PT KCI akan mendatangkan seri baru. Pihaknya mencoba menghadirkan seri 05 yang diproduksi tahun 2003. Meskipun sistem kelistrikan terhadap empat kereta sama, namun seri 05 jauh lebih baik.

“Contohnya waktu kami mendowngrade enam rangkaian. Alhamdullilah 2 minggu tidak ada gangguan,” ucapnya.

(JPC)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.