Tersangka Pengeroyok Audrey Alami Depresi

Jumat, 12 April 2019 14:38

“Itu kan Kapolres yang berbicara. Kami nanti minta (hasil) visum itu secara prosedur. Kami akan minta per surat,” ungkap Daniel Tangkau, pengacara korban, kepada awak media kemarin.Daniel mengungkapkan, pihak keluarga bingung karena korban mengatakan dirinya dipukul, dibenturkan kepalanya, dan segala macam. “Nah, itu kan harus dibuktikan,” ujarnya.Di sisi lain, pemerintah mempunyai tugas lain. Yakni, menangani para pelaku tersebut dari depresi akibat perundungan di media sosial.Sekretaris Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA), Pribudiarta Nur Sitepu menyatakan, timnya sudah mengunjungi korban dan tersangka di Pontianak. Dia menyampaikan, tekanan sosial yang diterima ketiga pelaku membuahkan hal buruk.“Dari tiga anak, salah satu anak sudah harus ditangani khusus karena sudah putus asa. Dua anak lainnya sedang dalam penanganan,” katanya.Dia menambahkan, anak-anak tersebut mengalami depresi. Hal itu, kata Pribudiarta, sudah menjadi hukuman sosial.Deputi Bidang Perlindungan Anak Kemen PPPA Nahar menambahkan, ketiga pelaku tidak hanya mendapat hukuman lewat perundungan di media sosial. Ketika mereka pulang ke rumah, tetangga sekitar rumah tinggal mereka juga melakukan perundungan. “Kalau itu akan menambah beban bagi anak-anak, alternatifnya mencarikan tempat yang lebih aman,” tuturnya.Tim dari Kemen PPPA juga sedang mendalami kondisi psikologis korban. Jika memang diperlukan penanganan, dia mendorong mereka dipindahkan ke rumah aman selama proses peradilan. “Korban aman karena masih di rumah sakit dan ada pengaturan jam besuk,” katanya.

Bagikan berita ini:
6
5
6
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar