Doa Bersama Pemilu Damai Putihkan Simpang Lima Semarang

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, SEMARANG – Ribuan orang memadati Lapangan Pancasila Simpang Lima Semarang, Jawa Tengah, Jumat (12/4) malam. Datang dari segala penjuru daerah, mereka menghadiri Peringatan Isra Mikraj dan Doa Bersama dalam rangka Pemilu 2019 Aman, Damai, dan Kondusif.

Sesuai jadwal, acara dimulai pada pukul 19.00 WIB. Namun, para jamaah doa bersama yang mayoritas mengenakan pakaian serba putih ini sudah menyerbu Lapangan Simpang Lima sejak sekira sebelum bakda Magrib.

Para jamaah ini kebanyakan datang rombongan dengan menumpangi bus besar jenis pariwisata. Dan tidak sedikit pula yang ternyata berasal dari luar Kota Semarang, atau bahkan luar Provinsi Jawa Tengah sekalipun. Sebut saja, Jawa Timur dan Daerah Istimewa Jogjakarta.

“Kami ini ramai-ramai dari Kendal. Pakai bus, nyampai sini tadi abis Magrib,” kata Rodhiyah, 41, yang mengaku datang bersama rombongan pengajiannya.

Beda lagi dengan Azka, 18, yang asli Pekalongan. Dia rela jauh-jauh ke Semarang dari Magetan, Jawa Timur demi bisa ngaji bareng bersama Habib Luthfi bin Yahya. “Sama Mbah Moen (KH. Maimoen Zubaer) dan Habib Umar Al Muthohar juga mas,” akunya.

Acara ini sendiri tak hanya dihadiri oleh tiga ulama besar itu. Ada juga Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen, Kapolda Jateng, Irjen Pol Condro Kirono, Mayjen TNI Mochamad Effendi. Lalu Wali Kota Hendrar Prihadi serta Wakilnya Hevearita Gunaryanti Rahayu. Adapun Artis Religi Veve Zulfikar dan Ustad Zulfikar Basyaiban.

Dijumpai sebelumnya di Hotel Ciputra, Habib Luthfi menyampaikan agar Pemilu 2019 ini menjadi momen meningkatkan kedewasaan masing-masing. “Mari kita jaga bersama, hasil daripada para sesepuh pendiri bangsa ini. Tolong kita jaga bersama persatuan dan kesatuan, jangan sampai mengecewkan para beliau,” pesannya.

Sementara Kapolda berharap, dengan adanya acara ini pemilu yang lancar, aman, damai, dan menyejukkan bisa tercipta. “Jadi seluruh Jateng hadir di sini, termasuk para Kapolres, Dandim, Ketua Pengurus Daerah Muhammadiyah, PCNU, dan PWNU. Diperkirakan yang hadir sekitar 60 ribuan,” katanya.

Dalam kesempatan itu, ia pun turut menyampaikan kondisi Jateng jelang pemilu ini. Terutama soal titik rawan konflik. Condro mengatakan daerahnya masih tergolong kondusif, hanya saja beberapa daerah memang butuh pengawasan dan pengamanan ekstra. Macam Solo Raya atau wilayah Kedu. “Kita tingkatkan patroli cyber. Jelang minggu tenang makin banyak ujaran kebencian dan hoax,” katanya.

“Ulama yang hadir di sini, para kiai, beliau akan kasih tausiahnya dan akan diikuti masyarakat untuk memberikan kesejukan. Kita juga mengimbau kepada warga masyarakat bahwa pemilu merupakan alat untuk mencapai keberadaban. Oleh karena itu, alat jangan menimbulkan perpecahan tapi menimbulkan persatuan dan kesatuan,” sambungnya.

Acara utama akhirnya baru dimulai pukul 20.00 WIB Meski para jamaah terhitung menunggu cukup lama, bahkan sempat diguyur hujan, mereka namun tak lantas bubar jalan begitu saja. Doa bersama ini diawali dengan pembacaan ayat suci Alquran dan dilanjut dengan Lagu Indonesia Raya dan Ya Lal Wathon.

(JPC)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...